Ada 18 serangan terhadap fasilitas kesehatan sejak Rusia menginvasi Ukraina

0
199

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (9/3), mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi telah terjadi “18 serangan terhadap fasilitas kesehatan, petugas kesehatan dan ambulans, yang mengakibatkan 10 kematian dan 16 cedera” di Ukraina, mencatat bahwa serangan ini menyebabkan “seluruh komunitas tidak dapat lagi mengakses layanan kesehatan.”

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Reuters/Denis Balibouse)

Dalam konferensi pers di Jenewa, Tedros mengatakan WHO telah mengirim 81 metrik ton pasokan untuk mengatasi krisis kesehatan di Ukraina, menambahkan bahwa pihaknya sedang membangun “jalur pasokan untuk fasilitas kesehatan di seluruh Ukraina, terutama di daerah yang paling terkena dampak.”

Lebih lanjut Tedros mengatakan WHO juga telah mengirimkan lima metrik ton perbekalan medis ke Kyiv pada Selasa (8/3) untuk mendukung perawatan bedah bagi 150 pasien trauma, dan perbekalan lainnya untuk mengobati berbagai kondisi kesehatan sekitar 450.000 orang selama sebulan ke depan.

Dia menambahkan bahwa “lebih banyak pasokan akan didistribusikan pada Rabu (9/3) dan kami memiliki 400 metrik kubik pasokan yang menunggu untuk diangkut ke Ukraina dari pusat logistik kami di Dubai.”

Tedros memperingatkan bahwa lebih dari dua juta orang telah meninggalkan Ukraina, dan WHO mendukung negara-negara tetangga yang menampung pengungsi untuk memberikan perawatan kesehatan bagi para pengungsi “kebanyakan wanita dan anak-anak.”

Lebih lanjut Tedros mengatakan bahwa beberapa tantangan kesehatan utama yang kami lihat adalah hipotermia dan radang dingin, penyakit pernapasan, kurangnya pengobatan untuk penyakit kardiovaskular dan kanker, dan masalah kesehatan mental. Staf WHO telah dikerahkan ke negara-negara tetangga untuk memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial ini.

Secara khusus, Tedros meminta Rusia untuk “berkomitmen pada resolusi damai dari krisis ini, dan untuk memungkinkan akses yang aman dan tanpa hambatan untuk mencapai bantuan kemanusiaan bagi mereka yang membutuhkan.” Dia menggarisbawahi bahwa “resolusi damai dapat terjadi.” [em/jm]