AS dan PBB Menyerukan otoritas Kazakh untuk ‘menahan diri’ terhadap pengunjuk rasa

0
64

Gedung Putih dan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu mendesak pihak berwenang Kazakh untuk “menahan diri” dalam menghadapi kerusuhan sipil, ketika pemerintah setempat mengumumkan keadaan darurat setelah protes meletus.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan AS mendukung “seruan untuk tenang” dan mengatakan pengunjuk rasa harus dapat “mengekspresikan diri mereka secara damai,” mendesak pihak berwenang “untuk menahan diri.”

PBB juga meminta semua pihak untuk “menahan diri, menjauhkan diri dari kekerasan dan mempromosikan dialog.”

Massa membakar mobil polisi saat memprotes harga elpiji di Almaty, Kazakhstan (5/1).

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan badan internasional itu mengikuti perkembangan di negara Asia Tengah itu “dengan keprihatinan.”

Kazakhstan pada Rabu (5/1) menyatakan keadaan darurat nasional setelah protes terhadap kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi bentrokan dan massa menyerbu gedung-gedung pemerintah.

Psaki menyebut “klaim gila” Rusia tentang campur tangan AS di balik demonstrasi itu “benar-benar salah dan jelas merupakan bagian dari pedoman standar disinformasi Rusia.”

Khazakstan telah diguncang demonstrasi sejak awal tahun dan mencapai puncaknya pada Rabu ketika massa bentrok dengan polisi.

Pihak berwenang kemudian memutuskan akses internet dan ponsel secara nasional dan sebelumnya menyatakan keadaan darurat di pusat-pusat protes – ibukota keuangan provinsi Almaty dan Mangystau – serta di ibukota Nur-Sultan, di mana tidak ada demonstrasi yang dilaporkan.

Keadaan darurat kemudian diperluas ke seluruh negara bekas Soviet. [rd/jm]