AS Memulai Pelatihan Kontra-Terorisme di Afrika

0
246

Program pelatihan anti-terorisme tahunan Amerika Serikat untuk pasukan Afrika dimulai pada Minggu (20/2) di Pantai Gading. Pelatihan itu dilakukan saat pejuang Islam menguasai sebagian besar wilayah dan kudeta meningkat di benua itu dan jumlah pasukan Prancis mulai berkurang.

Program pelatihan, yang dijuluki Flintlock, akan melihat lebih dari 400 tentara dari seluruh Afrika Barat memperkuat keterampilan pasukan. Beberapa dari pasukan ini sering menjadi sasaran kelompok bersenjata yang terkait dengan al-Qaeda dan ISIS.

Pasukan yang tidak berpartisipasi termasuk pasukan dari Guinea dan dua negara yang paling parah terkena dampak kekerasan Islam, Mali dan Burkina Faso. Junta militer telah merebut kekuasaan di tiga negara sejak 2020, meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya reputasi pascakolonial di Afrika Barat, yang dijuluki “sabuk kudeta,” sebuah daerah di mana kudeta sering terjadi.

Koordinasi antara tentara yang berbeda memerangi musuh yang sama adalah bagian utama dari pelatihan tahun ini.

“Fokus utama Flintlock adalah berbagi informasi. Jika kita tidak dapat berkomunikasi, kita tidak dapat bekerja sama,” Laksamana Jamie Sands, Komandan Komando Operasi Khusus AS di Afrika, mengatakan pada upacara pembukaan.

Prancis telah memimpin perang melawan militan sejak 2013, tetapi semakin banyak pihak yang menentang upaya intervensinya. Pekan lalu, Prancis mengatakan akan meninggalkan Mali, dan pindah ke Niger.

Para diplomat khawatir keluarnya 2.400 tentara Prancis dari Mali – pusat kekerasan – dapat membuat kawasan itu semakin tidak stabil. [vm/lt]