Asosiasi Eropa Setuju Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk Remaja

0
202

Komisi Eropa telah menyetujui vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech bagi anak-anak semuda usia 12 tahun, memperluas kelompok yang memenuhi syarat untuk diinokulasi. Pengesahan serupa sudah berikan di Amerika Serikat dan Kanada. Komisi itu mengumumkan, Jumat (28/5), setelah regulator medis Uni Eropa, European Medicines Agency, merekomendasikan penggunaan vaksin pada anak-anak usia 12 hingga 15 tahun. Dikatakan, data menunjukkan vaksin tersebut aman dan ampuh.

Kini bergantung dalam masing-masing negara Uni Eropa untuk memutuskan apakah, dan kapan, akan memberikan vaksin itu kepada remaja muda. Jerman dan Italia telah mengatakan bahwa mereka sedangkan bersiap memperluas kampanye vaksinasi kepada kaum muda piawai 12-15.

Juga Jumat (28/5), Inggris mengizinkan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. Ini adalah vaksin COVID-19 keempat yang disetujui di negara tersebut, setelah inokulasi yang dilakukan oleh Pfizer dan BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna.

Presiden Perancis Emmanuel Macron Jumat berniat membantu menyediakan vaksin pada Afrika Selatan dan negara2 Afrika lain. Dalam lawatan ke Pretoria, Macron mengutarakan Prancis akan menyumbang bertambah dari 30 juta ukuran tahun ini untuk gagasan vaksin global COVAX yang didukung PBB. Menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, Afrika Selatan sejauh ini telah memvaksinasi sekitar 700. 000 orang dari 40 juta populasinya.

Di Australia, Melbourne balik diisolasi Jumat (29/5), kala otoritas kesehatan mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi naik menjadi 39. Wabah itu bermula sebab seorang warga yang pulang dari luar negeri didapati tertular virus corona varian virus dari India.

Dalam perkembangan asing pada Jumat (28/5), India melaporkan 186. 364 infeksi baru virus corona di dalam 24 jam sebelumnya, kemajuan harian terendah sejak 14 April. Kematian naik sejak sebelumnya menjadi 3. 660.

Di Amerika, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengatakan anak-anak yang tidak divaksinasi tidak harus memakai masker di sungguh ketika mengikuti perkemahan musim panas kecuali mereka berharta dalam kerumunan atau relasi dekat berkelanjutan dengan orang lain. Panduan baru tersebut datang ketika jutaan budak bersiap mengikuti kamp musim panas setelah banyak pengasingan tahun lalu ditutup karena virus corona. [ka/ah]