Bekas Mahasiswa Universitas Elit Mesir Divonis 8 Tahun di dalam Kasus #MeToo

0
365

Sebuah pengadilan Mesir pada Minggu (11/4) memutuskan seorang mantan mahasiswa dalam sebuah universitas elit bersalah melakukan percobaan perkosaan & pemilikan narkoba. Pengadilan menggugurkan hukuman delapan tahun tangsi.

Itu ialah vonis kedua terhadap Ahmed Bassam Zaki, seorang mantan mahasiswa Universitas Amerika di Kairo. Kasusnya menggemparkan asosiasi Mesir yang konservatif dan memicu gerakan #MeToo di negara Arab yang menyesatkan padat itu.

Pengadilan kriminal Kairo memvonis Zaki tujuh tahun tangsi karena melakukan percobaan perkosaan terhadap tiga perempuan, & satu tahun penjara sebab memiliki ganja, menurut advokat para korban, Ahmed Ragheb.

Ketiga perempuan itu masih di kolong umur saat peristiwa kriminal terjadi, menurut dokumen pengadilan. Zaki berhak mengajukan melaksanakan atas putusan Minggu (11/4) itu.

Pada Desember, Zaki dinyatakan bersalah karena memeras dan melecehkan secara seksual dua rani lain. Zaki diganjar ketentuan tiga tahun penjara di kasus itu.

Mantan mahasiswa itu ditangkap pada Juli setelah bervariasi tuduhan terhadapnya muncul pada media sosial, mengundang kritikan tajam.

Associated Press telah berusaha menghubungi rumpun dan pengacara Zaki, tetapi belum ditanggapi. [vm/pp]