Bekas PM Jepang Abe Minta Maaf atas Belanja Uang Secara IlegalÂ

0
585

Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Kamis (24/12) menyampaikan permintaan maaf yang mendalam mengenai pembelanjaan uang yang ilegal terkait pesta dahar malam yang diselenggarakan kantornya untuk para pendukungnya menjelang pesta tahunan menonton bunga sakura.

“Saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada rakyat dan semua bagian partai yang berkuasa dan oposisi, ” kata Abe sambil menundukkan kepala.

Jaksa Jepang tidak mendakwa Abe karena kurangnya bukti, tetapi secara resmi menggugat ajudannya, Hiroyuki Haikawa, 61 tahun.

Skandal itu membabitkan pesta makan malam tahunan pada 2018 di mana para tamu Abe masing-masing membayar biaya sejumlah 5. 000 yen atau kira-kira Rp682. 000, 00.

Anggota parlemen oposisi mengatakan pembalasan itu terlalu rendah untuk pesta di hotel kelas atas Tokyo, dan kantor Abe diduga memendam kekurangan tersebut tanpa melaporkannya dengan benar.

Mantan PM Jepang Shinzo Abe, dalam konferensi pers di Tokyo, Jepang, 24 Desember 2020.

Mantan PM Jepang Shinzo Abe, dalam konferensi pers pada Tokyo, Jepang, 24 Desember 2020.

“Meskipun akuntansi dilakukan minus sepengetahuan saya, saya sangat menyadari kewajiban moral saya, ” kata Abe.

Mantan majikan Jepang itu mengatakan ia sudah menyerahkan semua tugas operasi pada orang lain yang bertanggung berat di kantornya.

Abe, yang berkuasa selama hampir delapan tahun sebagai pemimpin terlama di Jepang, mengundurkan diri pada rata-rata September, dengan alasan kesehatan tetapi beberapa pengecam mengatakan skandal tersebut mungkin penyebabnya.

Perdana menteri yang menggantikannya, Yoshihide Suga, yang menjabat kepala sekretaris kabinet di pemerintahan Abe, membatalkan perjamuan menonton bunga sakura pada hari ia menjabat. [my/jm]