Besar Agen FBI Tewas, Tiga Luka dalam Penggeledahan di Florida

0
547

Dua agen Biro Penyidik Federal ( Federal Bureau of Investigation/FBI ) tewas dan tiga lainnya luka-luka kala berupaya menyampaikan surat perintah penggeledahan pada penghuni sebuah rumah di Florida, Selasa (2/2).

Pertemuan para agen itu secara penghuni rumah berubah menjadi satu diantara insiden yang menelan korban hayat aparat badan penegak hukum federal dalam puluhan tahun.

Dalam pernyataannya FBI mengatakan sejumlah tembakan dilepaskan ketika tim penegak hukum mencoba mengeksekusi surat instruksi pengadilan tentang kejahatan terhadap anak-anak di sebuah rumah di Sunrise, Florida, sekitar pukul 11. 00 waktu setempat. Ditambahkan, surat suruhan penggeledahan itu berupaya mencari keterangan terkait dugaan kepemilikan pornografi anak.

Dua agen yang luka-luka itu kini berada pada kondisi stabil di rumah kecil, sementara yang ketiga tidak menetapkan dirawat inap. Subyek surat order itu, yang belum diidentifikasi, meninggal dalam insiden itu.

Surat kabar New York Times , mengutip beberapa pejabat yang tidak diidentifikasi, mengadukan bahwa laki-laki yang sedang diselidiki itu membarikade dirinya di sebuah kompleks apartemen dan ditemukan dalam kondisi meninggal. Belum nyata bagaimana ia meninggal.

Aparat penegak hukum dari FPI dan polisi di Sunrise dan daerah-daerah lain di sekitarnya & sejumlah kendaraan darurat segera mendekati lokasi di sekitar rumah pada Sunrise, di bagian barat Fort Lauderdale dan sekitar 48 kilometer utara Miami itu.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan kalau Presiden Joe Biden telah diberi penjelasan tentang insiden itu dan kemungkinan akan menyampaikan pandangannya.

Direktur FBI Christopher Wray mengidentifikasi kedua agen yang tewas itu sebagai Daniel Alfin dan Laura Schwartzenberger; dan menyebut keduanya sebagai pahlawan.

“Hari ini agen khusus Alfin serta Schwartzenberger merupakan contoh kepahlawanan di dalam membela negara, ” ujar Wray dalam sebuah pernyataan.

“FBI akan selalu menghormati pengorbanan terakhir mereka dan akan senantiasa berterima kasih atas keberanian itu, ” tambahnya.

Kematian akibat penembakan itu, yang masih dalam penyelidikan, termasuk di jarang episode paling menelan korban jiwa bagi FBI.

Menurut situs FBI, dua agen & seorang polisi detektif tewas ditembak di markas polisi Washington DC pada 1994 ketika seorang tersangka pembunuhan melepaskan tembakan dengan bedil serbu. Pelaku juga melukai pemasok ketika.

Insiden asing yang juga menelan korban tali jiwa terjadi pada 1986 di Florida, ketika dua agen tewas dan lima lainnya luka-luka dalam patokan tembak dengan dua tersangka pencuri bank di Miami.

Insiden penembakan yang menelan target jiwa seorang agen FBI yang sedang bertugas juga terjadi 19 November 2008, yang serupa terjadi ketika mereka mengeksekusi tulisan perintah penggeledahan. Agen Samuel Hicks ditembak dan tewas ketika pantas mengeksekusi surat perintah penggeledahan terkait organisasi perdagangan narkoba di Pittsburgh. [em/jm]