China akan segera mengangkat mantan kepala keamanan sebagai pemimpin Hong Kong

0
40

China akan segera menunjuk seorang pejabat keamanan karir sebagai pemimpin baru Hong Kong.

John Lee, mantan orang nomor dua di kota itu, adalah satu-satunya kandidat dalam pemilihan hari Minggu untuk seorang pemimpin baru.

Lebih dari setengah dari 1.500 anggota Komisi Pemilihan yang mengangkat kepala eksekutif telah mendukungnya dan dia hanya membutuhkan mayoritas sederhana untuk menang.

Lee akan menggantikan Carrie Lam pada 1 Juli. Masa jabatan lima tahun Lam menandai periode paling kacau di Hong Kong sejak bekas jajahan Inggris itu dikembalikan ke China pada 1997.

Pemilihan pemimpin baru Hong Kong sejalan dengan perubahan besar pada undang-undang pemilu Hong Kong tahun lalu untuk memastikan bahwa hanya mereka yang setia kepada Beijing yang dapat memegang jabatan. Undang-undang tersebut juga mengizinkan perubahan pada legislatif Hong Kong sedemikian rupa sehingga menghilangkan suara-suara oposisi.

Empat kepala eksekutif kota sebelumnya juga ditunjuk secara efektif oleh Beijing. Dorongan untuk memilih seorang pemimpin melalui pemilihan kandas pada tahun 2014 di tengah protes yang menuntut Beijing melepaskan hak untuk menyetujui kandidat.

Kebangkitan Lee tumbuh dari protes pro-demokrasi besar-besaran pada 2019 yang berkembang menjadi bentrokan kekerasan. Sebagai pejabat tinggi urusan keamanan, ia memimpin upaya untuk menghadapi pengunjuk rasa dengan gas air mata dan peluru karet, dan kemudian menangkap mereka.

Lam sebenarnya mengikuti perintah Beijing, tetapi birokrat karir itu tampaknya masih dipandang tidak sesuai dengan Presiden dan pemimpin Partai Komunis Xi Jinping. Untuk penggantinya, Beijing memilih Lee, mantan pejabat tinggi polisi dan pendukung setia Undang-Undang Keamanan Nasional baru yang melarang subversi, pemisahan diri, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing. [ab/uh]