Di Tengah Ketegangan Politik, Astronot AS Kembali ke Bumi dengan Pesawat Luar Angkasa Rusia

0
153

Astronot asal Amerika Serikat (AS) Mark Vande Hei telah berada di luar angkasa selama hampir satu tahun. Sekarang dia mengakhiri tugas dengan cara yang paling sulit, yaitu mengendarai kapsul Rusia kembali ke Bumi, di tengah ketegangan yang semakin dalam antara kedua negara.

Badan Antariksa AS (NASA) bersikeras bahwa rencana kembalinya Vande Hei pada akhir bulan ini tetap tidak berubah, meskipun invasi Rusia ke Ukraina telah mengakibatkan penundaan peluncuran, pembatalan kontrak, dan perang kata-kata yang meningkat oleh garis keras Badan Antariksa Rusia Dmitry. Rogozin.

Banyak yang khawatir bahwa Rogozin dapat menimbulkan risiko bagi kemitraan damai di luar planet Bumi – khususnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional – yang telah ada selama beberapa dekade.

Vande Hei, yang pada Selasa memecahkan rekor untuk penerbangan luar angkasa tunggal Amerika selama 340 hari, akan berangkat dengan dua astronot Rusia dalam kapsul Soyuz. Ia akan mendarat di Kazakhstan pada 30 Maret. Saat itu astronot akan memecahkan rekor selama 355 hari di luar angkasa, membuat rekor baru untuk Amerika. Rekor dunia untuk berada di luar angkasa selama 438 hari berturut-turut masih dipegang oleh Rusia.

Astronot AS Mark Vande Hei merakit sepeda latihan di dalam Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada 22 Juni 2021. (Foto: NASA via AP)

Pensiunan astronot NASA Scott Kelly, yang hingga Selasa (15/3) masih memegang rekor Amerika, termasuk di antara mereka yang berdebat dengan Rogozin, sekutu lama Presiden Vladimir Putin. Marah dengan apa yang terjadi di Ukraina, Kelly telah mengembalikan medali yang diterimanya dari pemerintah Rusia untuk eksplorasi ruang angkasa ke Kedutaan Besar Rusia di Washington DC.

Terlepas dari konflik berdarah di sana, Kelly yakin kedua belah pihak “bisa bersatu” di luar angkasa. “Kami membutuhkan contoh bahwa dua negara yang secara historis bermusuhan masih dapat bekerja di suatu tempat dengan damai. Dan tempat itu adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional. Itu sebabnya kami harus berjuang untuk mempertahankannya,” kata Kelly Associated Press.

NASA ingin mempertahankan stasiun luar angkasa hingga 2030, seperti halnya badan antariksa Eropa, Jepang, dan Kanada. Sementara itu, Rusia belum berkomitmen melampaui tanggal akhir awal 2024 atau lebih.

Amerika dan Rusia adalah operator utama pos orbit luar, yang diawaki secara permanen selama 21 tahun. Orang Amerika secara teratur menaiki kapsul Soyuz Rusia yang menelan biaya puluhan juta dolar per kursi, hingga SpaceX mulai meluncurkan astronot pada tahun 2020.

Astronot AS Mark Vande Hei berjalan di luar angkasa untuk melumasi Canadarm2 pada 10 Oktober 2017. (Foto: NASA via AP)

Astronot AS Mark Vande Hei berjalan di luar angkasa untuk melumasi Canadarm2 pada 10 Oktober 2017. (Foto: NASA via AP)

Badan antariksa Amerika dan Rusia masih mengerjakan sistem barter jangka panjang di mana seorang warga Rusia akan meluncurkan kapsul SpaceX mulai musim gugur ini, sementara seorang Amerika akan terbang dengan Soyuz. Ini akan membantu memastikan keberadaan stasiun luar angkasa Amerika dan Rusia setiap saat.

Vande Hei, 55, adalah pensiunan kolonel Angkatan Darat. Dia pindah ke luar angkasa pada April 2021 bersama Soyuz dari Kazakhstan bersama Pyotr Dubrov dan warga negara Rusia lainnya. Dia dan Dubrov tinggal dua kali lebih lama dari biasanya untuk mengakomodasi kru film Rusia yang berkunjung Oktober lalu.

Ketika situasi memanas 260 mil di bawah stasiun luar angkasa bulan lalu, Vande Hei mengakui bahwa dia menghindari pembicaraan tentang Ukraina dengan Dubrov dan Anton Shkaplerov, komandan Rusia mereka. Tiga warga Rusia lainnya akan terbang dari Kazakhstan pada Jumat (18/3) ini untuk menggantikan mereka. [em/lt]