Di Tengah Negosiasi, Pemimpin Tertinggi Iran Dorong Kemajuan Energi Nuklir

0
118

Pemimpin tertinggi Iran pada hari Kamis berjanji negaranya akan meningkatkan pengembangan program nuklir sipilnya ketika kekuatan dunia melanjutkan pembicaraan rumit di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Ayatollah Ali Khamenei mendorong pentingnya energi nuklir bagi Iran, sambil menegaskan kembali bahwa Iran tidak tertarik pada senjata nuklir.

Pernyataan Khamenei tampaknya jelas ditujukan kepada negara-negara yang terlibat dalam pembicaraan di Wina.

“Musuh mengambil langkah kejam terhadap masalah energi nuklir kami, (menjatuhkan) sanksi pada energi nuklir yang mereka tahu damai,” katanya. “Mereka tidak ingin Iran mencapai kemajuan besar dan signifikan ini.”

Kesepakatan itu, yang ditinggalkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump hampir empat tahun lalu, memberikan keringanan sanksi bagi Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

Kepala perunding nuklir Iran, Ali Bagheri Kani, mentweet Rabu malam bahwa pihak-pihak yang terlibat “lebih dekat dari sebelumnya” untuk mencapai kesepakatan.

Pembicaraan telah berulang kali menemui jalan buntu dalam beberapa bulan terakhir, karena negosiator Iran menekan tuntutan garis keras, yang membuat para diplomat Barat kesal.

Khamenei, yang sejauh ini sebagian besar diam, menyebut klaim bahwa Iran sedang membangun sebuah bom “omong kosong,” dan mengatakan mereka dimaksudkan untuk melucuti hak hukum Iran atas tenaga nuklir.

“Jika kita tidak menyelidiki (energi nuklir damai) sekarang, besok akan terlambat,” katanya.

Iran telah lama bersikeras bahwa program nuklirnya adalah damai. Namun, penghindarannya dari berbagai kewajiban sebagaimana tercantum dalam perjanjian 2015 telah mengkhawatirkan musuh bebuyutannya, Israel, dan kekuatan besar dunia.

Iran sejak itu terus memperkaya uraniumnya hingga kemurnian 60 persen – selangkah lebih dekat ke kemurnian 90 persen yang diperlukan untuk membuat bom – dan memutar sentrifugal jauh lebih canggih daripada yang diizinkan berdasarkan kesepakatan. [rd/em]