Dihantam Krisis Finansial, Sri Lanka Terpaksa Pemadaman Bergulir

0
199

Pihak berwenang di Sri Lanka menerapkan pemadaman listrik bergilir di seluruh negara pulau itu, karena krisis keuangan yang memburuk menyebabkan kekurangan bahan bakar dan melumpuhkan jaringan listriknya.

Komisi Kepentingan Umum Sri Lanka mengatakan akan mematikan jaringan listrik negara itu selama empat setengah jam pada Rabu (23/2), setelah sebelumnya melakukan pemadaman selama dua jam pada Senin (21/2) dan Selasa (22/2). . Cadangan devisa negara yang semakin menipis telah memicu krisis ekonomi terburuk Sri Lanka selama beberapa dekade.

Pengawas mengatakan dewan perusahaan listrik negara Ceylon telah meminta izin untuk melakukan pemadaman karena kurangnya bahan bakar yang tersedia telah menyebabkan hilangnya 700 megawatt listrik ke jaringan nasional. Krisis mata uang menghambat impor bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya dari luar negeri, termasuk susu bubuk, gas untuk memasak, dan bensin.

Ketua komisi, Janaka Ratnayake, mengatakan “kekurangan bahan bakar menyebabkan masalah” menambahkan bahwa negaranya “mengalami krisis bahan bakar, bukan krisis listrik.”

Sri Lanka meminjam uang dalam jumlah besar dari pihak internasional dan harus membayar kembali $12,5 miliar dalam bentuk obligasi negara internasional. Para pejabat mengatakan pemerintah secara bertahap membangun kembali cadangan untuk memastikan dapat membayar utangnya. [ps/lt]