Facebook Hapus Akun Terkait Ikatan Iran dalam Pengasingan dalam Albania

0
388

Facebook mengatakan, Selasa (6/4), baha pihaknya telah menghapus ratusan akun palsu yang terkait dengan sebuah kaum warga Iran dalam pengucilan dan kelompok pengusik dunia maya ( troll farm ) pada Albania.

Akun tersebut mengunggah konten dengan mengkritik pemerintah Iran & mendukung Mujahidin-e-Khalq , kelompok pembangkang yang dikenal sebagai MEK. Pada banyak kasus, akun-akun pada Facebook dan Instagram memakai nama samaran dan memotret profil palsu.

Facebook berkeras bahwa akun-akun tersebut dijalankan oleh sekelompok individu yang bekerja atas nama MEK di sebuah tempat di Albania. Facebook menjumpai petunjuk lain tentang apa yang disebut kelompok pengusik dunia maya atau troll farm. Para pekerja dalam kelompok itu dibayar buat mengunggah informasi salah ke media sosial. Facebook mengatakan pihaknya menghapus akun sama dengan itu berdasarkan perilaku mereka, bukan materi yang mereka unggah.

Misalnya, para peneliti menemukan bahwa aktivitas tersebut tampaknya mengikuti hari kerja Eropa pusat. Jumlah konten yang diunggah meninggkat setelah pukul 09. 00 dan kemudian meluncur di penghujung hari serta jeda saat jam makan siang. Namun, Facebook mengatakan tidak menemukan bukti kalau ada orang yang dibayar.

“Bahkan troll (pengusik) perlu makan, ” kata Ben Nimmo, dengan bekerja di investigasi intelijen ancaman global di Facebook, dalam paparan melalui panggilan konferensi seperti dilaporkanoleh Associsted Press , Selasa (6/4).

Komite Perlawanan Nasional Iran, sebuah kelompok payung dengan mencakup MEK, mengatakan di dalam sebuah pernyataan bahwa tak ada satu pun akun, baikyang terkait dengan pola maupun MEK yang dihapus. Organisasi tersebut juga menyanggah keberadaan kelompok troll pada Albania yang terkait dengan MEK.

MEK adalah kelompok terkemuka yang menentang pemerintah Iran. Kaum itumembunuh orang Amerika sebelum Revolusi Islam pada 1979 dan dicap sebagai pola teroris oleh Departemen Asing Negeri hingga 2012. Namun demikian, politisi AS dibanding kedua partai di Amerika Serikat, termasuk Rudy Giuliani dan Newt Gingrich, sudah memberikan pidato berbayar kepada MEK di masa berarakan.

Facebook membuktikan bahwa jaringan akun buatan tersebut paling aktif di dalam 2017 dan sempat balik pada akhir 2020. Sebagai bagian dari tindakan perusahaan, lebih dari 300 akun, halaman, dan grup dalam Facebook dan Instagram sudah dihapus. Sekitar 112. 000 orang mengikuti satu atau lebih akun Instagram.

Dalam beberapa urusan, akun palsu tersebut memakai foto selebritas Iran atau almarhum pembangkang. Sebagian kecil akun Instagram terbaru tampaknya menggunakan gambar profil yang dibuat oleh komputer. [na/ft]