Gelombang Baru COVID-19 Membebani Sistem Kesehatan Afghanistan

0
136

Lembaga bantuan memperingatkan pada Rabu (23/2) bahwa lonjakan bencana dalam penularan COVID-19 dan wabah campak telah memperburuk situasi darurat kesehatan di Afghanistan. Situasi tersebut telah membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh di negara yang dilanda perang itu.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dukungan dunia yang mendesak termasuk layanan medis dan tes, dan vaksinasi diperlukan untuk memperlambat penyebaran virus corona, yang meningkat di seluruh Afghanistan.

“Pengujian tidak memadai, dan WHO melaporkan, hampir setengah dari sampel dinyatakan positif, menunjukkan penyebaran virus berada pada tingkat yang mengkhawatirkan,” tambah pernyataan itu.

Pernyataan itu mengungkapkan bahwa sistem kesehatan nasional Afghanistan yang kekurangan dana dan berawak sedang berjuang untuk mengatasi lonjakan infeksi. Puluhan fasilitas kesehatan COVID-19 ditutup karena tidak memiliki obat-obatan, alat kesehatan dasar, dan dana yang cukup untuk membayar listrik, air, dan gaji tenaga kesehatan.

Badan-badan bantuan mengatakan kurang dari 10 dari 37 fasilitas kesehatan masyarakat COVID-19 di negara itu masih berfungsi, dan mereka tidak dapat menampung pasien. Hanya sekitar 10 persen dari sekitar 40 juta populasi yang telah menerima dosis penuh vaksinasi terhadap virus corona.

Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) memperkirakan hampir 23 juta orang atau sekitar 55 persen penduduk negara itu menderita kelaparan parah. Lebih dari tiga juta anak kekurangan gizi. [ps/lt]