India Pertimbangkan Reformasi Pertanian untuk Akhiri Protes

0
603

Pemerintah India akan mempertimbangkan buat mengubah reformasi pertanian yang telah memicu protes para petani yang khawatir terhadap berakhirnya jaminan kehormatan palawija, namun tidak akan melalaikan rencana tersebut, kata seorang pejabat pemerintah, Rabu (9/12).

Para petani telah berdemonstrasi selama dua pekan menentang deregulasi yang memperbolehkan mereka untuk menjual hasil pertanian kepada pembeli di asing pasar grosir yang diatur negeri, di mana petani dijamin secara harga minimum.

Petani kecil khawatir perubahan tersebut, dengan merupakan bagian dari reformasi liberalisasi Perdana Menteri Narendra Modi, hendak diartikan sebagai berakhirnya dukungan kepada harga bahan pokok seperti gandum dan beras, dan membuat mereka bergantung pada rasa iba perusahaan-perusahaan besar.

Para petani berunjuk rasa dalam aksi mogok nasional memprotes UU pertanian yang baru disahkan di perbatasan Singhu dekat Delhi, India, 8 Desember 2020. (REUTERS / Anushree Fadnavis)

Para petani berunjuk mengecap dalam aksi mogok nasional menentang UU pertanian yang baru disahkan di perbatasan Singhu dekat Delhi, India, 8 Desember 2020. (REUTERS / Anushree Fadnavis)

Pemerintah bakal membahas undang-undang tersebut pada hari Rabu, kata seorang sumber, dengan harapan tawaran amendemen undang-undang mau mengakhiri tentangan petani.

“Kami terbuka terhadap amendemen tetapi pembatalan seluruh undang-undang adalah tak mungkin, ” kata seorang penguasa senior pemerintah di kementerian pertanian di New Delhi, yang menegah disebutkan namanya.

Perundingan antara pemimpin serikat petani serta pejabat pemerintah telah gagal memecah kebuntuan karena para petani menuntut pembatalan reformasi seutuhnya.

Hannan Mollah, sekretaris jenderal All India Kisan Sabha (Serikat Petani Seluruh India), mengatakan, anggotanya akan berdiskusi mengenai penambahan kampanye tentangan mereka.

Pemerintahan Modi sedang menghadapi pertimbangan dari partai-partai oposisi yang mengecam reformasi itu sebagai suatu pemberian bagi perusahaan-perusahaan besar namun kesengsaraan bagi pasar-pasar pertanian tradisional. [lj/uh]