Inflasi AS Terus Melonjak

0
4

Lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS) belum berakhir, menurut data pemerintah yang dirilis Rabu (13/10). Data menunjukkan bahwa harga makanan dan sewa naik di ekonomi terbesar dunia bulan lalu. Inflasi menggarisbawahi kesulitan yang dihadapi pembuat kebijakan Washington ketika mereka mencoba untuk memandu pemulihan negara dari pandemi.

Indeks harga konsumen (CPI) Departemen Tenaga Kerja naik 5,4 persen, disesuaikan secara musiman di bulan September, dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Dari Agustus, angka tersebut naik sedikit di atas perkiraan analis, menjadi 0,4 persen.

Harga makanan dan perumahan menyumbang lebih dari setengah dari kenaikan keseluruhan, kata Departemen Tenaga Kerja. Sementara itu, dampak kenaikan harga energi dunia juga terlihat pada data dan beberapa ekonom memperingatkan bahwa inflasi masih akan bertahan.

Amerika telah menghadapi kenaikan harga sepanjang tahun ini karena bisnis dibuka kembali dari pembatasan COVID-19 pada tahun 2020 dan rantai pasokan menghadapi kekurangan dan penundaan pengiriman barang.
Inflasi menimbulkan tantangan bagi Presiden Joe Biden, yang digunakan lawan politiknya untuk menentang rencana pengeluarannya yang berlebihan.

Ini juga mempersulit Federal Reserve AS, yang tampaknya mulai mengurangi stimulus ekonomi pada akhir tahun, tetapi akan menunggu lebih lama untuk menaikkan suku bunga, meskipun kebijakan suku bunga rendah bank sentral telah mendorong harga naik. [ps/jm]