Israel Tembak Mati Pria Palestina di Yerusalem

0
25

Pihak berwenang mengatakan seorang pria Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel setelah dia melepaskan tembakan di Kota Tua Yerusalem dan melukai empat orang hari Minggu. Salah satu korban meninggal karena luka-lukanya.

Menurut surat kabar Israel Haaretz, pejabat Israel telah mengidentifikasi penembak sebagai Fadi Abu Shehadam, 42, dari Yerusalem Timur, yang “dikenal berafiliasi dengan Hamas.”

Insiden itu terjadi di lokasi yang suci bagi orang Yahudi dan Muslim. Tempat itu dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, sedangkan umat Islam menyebutnya Al-Haram ash-Sharif atau Tempat Suci yang Mulia.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memerintahkan pasukan keamanan waspada untuk mencegah serangan lain.

‚ÄúPasukan kami di tempat kejadian bertindak sangat cepat. Dua polisi wanita dan seorang polisi pria yang berada di lokasi dengan cepat melucuti senjata teroris. Namun, ini adalah serangan teroris kedua baru-baru ini di Yerusalem. Saya telah mengarahkan pasukan keamanan untuk waspada dan waspada, serta waspada terhadap serangan tiruan. Kita harus waspada dan mencegah serangan di masa depan,” kata Bennett.

Kelompok militan Hamas memuji serangan itu dalam sebuah pernyataan, tanpa mengaku bertanggung jawab. Hamas menyebut serangan itu sebagai “operasi heroik.” Mereka kemudian mengakui Abu Shkhaidem sebagai salah satu anggotanya.

Dua hari sebelum penembakan hari Jumat, pemerintah Inggris mengatakan akan melarang kelompok militan Palestina Hamas sebagai organisasi teroris. Inggris tidak akan lagi membedakan antara sayap politik dan militer kelompok tersebut.

Penembakan hari Minggu (21/11) itu merupakan yang kedua dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang remaja ditembak mati Rabu di Kota Tua Yerusalem setelah menikam dua polisi perbatasan.

Israel merebut Kota Tua dan sebagian Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka. Sementara itu, Israel mengatakan seluruh kota Yerusalem adalah ibukota abadi dan tak terpisahkan. [rd/em]