Jepang dan Uni Eropa Sepakat Tingkatkan Sanksi terhadap Rusia

0
26

Jepang dan Uni Eropa pada Kamis (12/5), sepakat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia.

Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel bertemu di Tokyo.

Kishida mengatakan pada konferensi pers bersama bahwa Jepang mendukung sanksi keras terhadap Rusia dan memberikan dukungan yang memadai untuk Ukraina karena perang telah mengguncang fondasi tatanan dunia tidak hanya di Eropa tetapi juga di Asia.

“Keamanan di Eropa dan Indo-Pasifik tidak dapat dipisahkan,” kata Kishida.

Pertemuan para pemimpin Jepang dan pemimpin Uni Eropa itu sebenarnya tidak hanya untuk menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak perang di Indo-Pasifik, tetapi juga untuk memperkuat kemitraan mereka di tengah meningkatnya agresivitas China di kawasan.

Para pemimpin UE mengatakan mereka ingin mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih besar di kawasan Indo-Pasifik, dan sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk transformasi digital, energi terbarukan, dan iklim.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel berfoto bersama Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Jepang 12 Mei 2022.

“Indo-Pasifik adalah kawasan yang berkembang pesat. Daerah itu juga dipenuhi ketegangan. Lihat saja situasi di Laut China Timur dan Selatan atau ancaman terus-menerus dari Korea Utara,” kata von der Leyen dalam konferensi pers, merujuk pada meningkatnya ketegangan yang dipicu oleh tindakan maritim Beijing yang semakin tegas serta ancaman rudal dan nuklir Pyongyang.

“Kami ingin mengambil lebih banyak tanggung jawab di kawasan yang vital bagi kemakmuran kami,” katanya.

Von der Leyen menambahkan bahwa perang brutal Rusia di Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh dan ambisi China yang semakin besar.

Ada kekhawatiran yang berkembang di Tokyo bahwa perang di Ukraina mungkin membuat China berani mengambil tindakan militer yang lebih keras di Laut China Timur dan Selatan, di mana klaim teritorial Beijing yang luas tumpang tindih dengan klaim tetangganya yang lebih kecil.

Jepang telah membekukan aset para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, pejabat pemerintah dan miliarder yang dekat dengannya dan bank-bank besar. Itu juga membatasi perdagangan dan mengumumkan keputusan untuk menghentikan impor batu bara dan minyak mentah dari Rusia. [ab/uh]