Johnson dan Ardern Menyetujui Kesepakatan Perdagangan Anglo-Selandia Baru

0
52

Inggris dan Selandia Baru telah menyetujui kesepakatan perdagangan yang menghapus tarif pada berbagai barang. Inggris memperluas hubungan ekonomi di seluruh dunia setelah meninggalkan Uni Eropa.

Kesepakatan itu diperkuat Rabu malam pada konferensi telepon antara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan rekannya dari Selandia Baru, Jacinda Ardern, setelah 16 bulan pembicaraan negosiator.

Meskipun perdagangan dengan Selandia Baru hanya menyumbang 0,2% dari perdagangan Inggris, negara itu berharap untuk membuka pintu keanggotaan dalam kemitraan perdagangan trans-Pasifik.

Kemitraan regional, yang meliputi Jepang, Kanada dan Vietnam, akan memiliki PDB sebesar $11,6 triliun pada tahun 2020.

“Ini adalah momen besar bagi Inggris yang mencakup kemitraan kami dengan Selandia Baru. Kami sangat bersemangat,” kata Johnson kepada Ardern melalui panggilan konferensi video.

Ardern mengatakan itu adalah salah satu kesepakatan terbaik yang pernah dicapai Selandia Baru dan akan meningkatkan ekonomi negara itu sekitar 1 miliar dolar Selandia Baru ($720 juta) karena membuka jalan bagi lebih banyak penjualan anggur, mentega, keju, dan daging sapi dari negara itu. .

Pejabat perdagangan di Inggris mendukung kesepakatan tersebut, dengan alasan bahwa sauvignon blanc, madu Manuka, dan buah kiwi dari Selandia Baru akan lebih murah bagi konsumen Inggris.

Pakaian, bus, dan buldoser juga tidak akan dikenakan biaya lagi.

Namun, para petani Inggris menyatakan kekecewaannya. Mereka berpendapat bahwa kesepakatan itu, dan kesepakatan lain yang ditandatangani dengan Australia awal tahun ini, dapat meningkatkan impor pangan pada saat kekurangan tenaga kerja dan kenaikan biaya telah merugikan banyak petani Inggris. [mg/lt]