Jokowi Luncurkan Holding BUMN Industri Pertahanan, Defend ID

0
62

Jokowi mengatakan, holding BUMN industri pertahanan harus dijadikan sebagai lompatan transformasi, membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan modern, serta membentuk industri BUMN pertahanan yang kuat dan mandiri, yang mampu bersaing dan menguasai pasar dalam negeri serta dapat diperhitungkan di pasar internasional.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi terbentuknya holding BUMN industri pertahanan yang bernama Defend ID yang sudah lama saya nantikan dan kejar agar BUMN industri pertahanan kita semakin konsolidasi, ekosistemnya lebih kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan,” kata Jokowi.

Dengan diluncurkannya Defend ID, Jokowi berharap janji untuk membawa Defend ID menjadi 50 besar perusahaan industri pertahanan terbesar di dunia dapat terwujud. Selain itu, kata dia, penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk produk unggulan pertahanan yang saat ini baru sekitar 41 persen harus terus ditingkatkan sehingga bisa mencapai 100 persen.

Jokowi juga menegaskan, kehadiran Defend ID dapat menekan impor alutsista. “Kita harus bergerak cepat, gesit dan juga jeli melihat peluang, proaktif menyikapi peluang sehingga bisa menjadi bagian dari rantai pasok global, ini sangat penting dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Jokowi juga menambahkan Defend ID harus mampu menguasai teknologi terkini dan manufaktur berbasis komponen teknologi penggunaan ganda dengan membangun kemitraan global seluas mungkin.

“Dengan siapa saja yang ingin transfer teknologi, semua orang diundang, tapi tetap mayoritas kita agar pasar kita bisa lebih besar, terus berinovasi, mencari cara dan mencari terobosan, baik itu terobosan di bidang sumber daya manusia, baku bahan, bidang produk, proses dan operasi. bagus sekali yang terbaik,” jelasnya.

Mempertahankan Ambisi ID Menjadi Top 50 Perusahaan Terbesar di Dunia

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan holding BUMN industri pertahanan yang diberi nama Defend ID terdiri dari lima perusahaan BUMN industri pertahanan, yaitu PT LEN Industri sebagai holding company, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahan.

Prabowo cukup yakin Defend ID mampu menjelma menjadi 50 perusahaan industri pertahanan terbaik dunia dalam waktu kurang dari tiga tahun.

“Diharapkan dengan diadakannya Defend ID BUMN Industri Pertahanan ini dapat meningkatkan tingkat komponen dalam negeri hingga 50 persen untuk teknologi kunci dan menjadi industri pertahanan terbesar ke-50 dunia pada tahun 2024,” kata Prabowo.

Selain peluncuran Defend ID, kata Prabowo, pihaknya juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN terkait dukungan BUMN industri pertahanan terhadap kemandirian alutsista.

“Dengan adanya Defend ID ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat kemandirian industri pertahanan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri, baik dari segi kuantitas, sumber daya manusia, maupun kualitas teknologi,” ujarnya. dijelaskan.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya mendorong PT LEN Industri sebagai holding company untuk dapat menyelenggarakan transformasi anggota holding dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik dan membangun keharmonisan antara anggota holding dengan badan lainnya.

Holding industri pertahanan harus mampu memperkuat ekosistem pertahanan negara, tidak hanya dengan anggota holding, tetapi juga kerjasama dengan BUMN lain dan TNI, kata Erick dalam siaran persnya.

Selain itu, Erick juga meminta holding BUMN industri pertahanan untuk mulai menyiapkan langkah-langkah strategis. Ia berharap dengan dibentuknya holding ini dapat meminimalisir tumpang tindih fokus bisnis dari masing-masing anggota holding.

“Sebagai induk holding, Len memiliki peran besar dalam mewujudkan integrasi dengan tiga dimensi TNI, baik darat, laut, maupun udara,” pungkasnya. [gi/ab]