Kekerasan Meninggalkan Pengungsi Sudan, Sudan Selatan di Ethiopia

0
267

Lebih dari 20.000 orang Sudan dan Sudan Selatan yang karena kekerasan melarikan diri dari kamp pengungsi mereka di barat laut Ethiopia sangat membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan hidup mereka.

Sebuah kamp yang menampung 10.300 pengungsi Sudan dan Sudan Selatan di wilayah Benishangul-Gumuz di barat laut Ethiopia dijarah dan dibakar pada 18 Januari.

Penjarahan terjadi setelah pertempuran berkecamuk antara kelompok bersenjata tak dikenal dan pasukan federal di kota Tongo, tidak jauh dari kamp pengungsi.

Insiden menyedihkan itu menyusul penjarahan di kamp lain di daerah itu pada akhir Desember.

Seorang juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Boris Cheshirkov, mengatakan situasi di kawasan itu sangat tegang sejak kekerasan pertama kali meletus pada Desember.

Chershirkov mengatakan: “Sebanyak 22.000 orang di dua kamp tidak memiliki akses dan bantuan sejak saat itu. Semua staf kemanusiaan harus mengungsi, dan akses ke daerah itu termasuk dua kamp di sana tetap tidak mungkin.”

Benishangul-Gumuz berbatasan dengan Sudan dan Sudan Selatan. Negara ini menampung lebih dari 70.000 pengungsi dari kedua negara serta lebih dari setengah juta orang Etiopia yang mengungsi akibat kekerasan dan konflik antar-komunal.

Cheshirkov melaporkan bahwa sejak kekerasan meletus pada bulan Desember, lebih dari 20.000 pengungsi telah melakukan perjalanan panjang dan sulit ke tiga lokasi berbeda yang lebih dekat ke Assosa, ibu kota negara bagian Benishangul-Gumuz. Dia mengatakan semua telah tiba kelelahan dan butuh bantuan. [lt/pp]