Kepala Bank Dunia Menyerukan Penghapusan Utang ‘Komprehensif’ untuk Negara-Negara Miskin

0
6

Beban utang di negara-negara miskin naik 12 persen menjadi $860 miliar pada 2020 di tengah pandemi. Tingkat rekor itu mendorong Presiden Bank Dunia David Malpass untuk menyerukan “rencana komprehensif” Senin untuk mengatasi masalah tersebut.

“Tingkat utang yang wajar pada tingkat tertentu penting untuk pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” katanya.

Upaya untuk mengatasi COVID-19 diperumit dengan meningkatnya tingkat utang, dan mengatasi masalah itu akan membutuhkan bantuan dari pemberi pinjaman, kata Malpass.

Situasi tersebut mendesak karena Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang diluncurkan oleh negara-negara G20 awal tahun lalu, akan berakhir pada akhir tahun. Inisiatif ini memungkinkan negara-negara untuk menunda pembayaran utang di tengah pandemi,

“Kami membutuhkan pendekatan komprehensif untuk mengatasi masalah utang, termasuk pengurangan utang, restrukturisasi yang lebih cepat, dan transparansi yang lebih baik,” kata Malpass.

Data Bank Dunia yang dirilis Senin (11/10) menunjukkan memburuknya indikator utang terjadi secara masif dan berdampak pada negara-negara di semua kawasan, lintas negara berpenghasilan rendah dan menengah. [vm/jm]