Kepulauan yang Disengketakan Diduduki Secara Ilegal oleh Rusia

0
53

Jepang, Jumat (24/4), menyebut empat pulau yang disengketakan dengan Rusia sebagai “diduduki secara ilegal” oleh Moskow. Itu adalah pernyataan kuat pertama Tokyo dalam hampir dua dekade menyusul memburuknya hubungan dengan Moskow akibat perang di Ukraina.

Kedua negara telah lama berusaha untuk mencapai kesepakatan tentang pulau-pulau itu, tetapi sejauh ini tidak berhasil. Pulau-pulau tersebut saat ini berada di bawah kendali Moskow tetapi diklaim oleh Tokyo sebagai bagian dari wilayahnya.

Kementerian Luar Negeri Jepang terakhir menggunakan istilah “diduduki secara ilegal” dalam laporan kebijakan tahunannya pada tahun 2003 untuk menggambarkan pulau-pulau yang disebut Moskow sebagai Kuril dan Tokyo sebagai Wilayah Utara.

Laporan Buku Biru Diplomatik Jepang tahun ini muncul pada saat sanksi keras yang dijatuhkan pada Rusia oleh Jepang dan mitra G7-nya, dan menjelang revisi besar strategi keamanan nasional Jepang akhir tahun ini.

“Kekhawatiran terbesar antara Jepang dan Rusia adalah Northern Territory,” kata laporan itu. “Pulau-pulau itu adalah wilayah kedaulatan Jepang, tetapi saat ini ‘diduduki secara ilegal’ oleh Rusia.”

Pulau Kunashiri, salah satu dari empat pulau yang dikenal sebagai Kuril Selatan di Rusia dan Wilayah Utara di Jepang, dalam foto ini diambil pada Maret 2007. (REUTERS/Kyodo)

Istilah serupa telah digunakan pada tahun-tahun sebelumnya tetapi Jepang selalu menghindari frasa “diduduki secara ilegal”.

Kementerian luar negeri Jepang juga mengatakan krisis Ukraina akan menghentikan pembicaraan mengenai kesepakatan dengan Rusia.

Bulan lalu, Moskow mengatakan akan membatalkan pembicaraan tentang perjanjian itu, dengan alasan “kemustahilan” untuk melanjutkan diskusi dengan negara yang telah mengambil posisi bermusuhan secara terbuka dan berusaha untuk merugikan kepentingan Rusia.

Laporan yang dirilis Jumat terdengar berhati-hati ketika datang ke China, meskipun Jepang sebelumnya telah menyatakan keprihatinan tentang peningkatan aktivitas maritim Beijing di wilayah tersebut.

“Penting untuk membangun hubungan Jepang-China yang konstruktif dan stabil,” kata laporan itu, sambil mengungkapkan keprihatinan atas upaya Beijing untuk mengubah status quo dengan agresivitasnya di Laut China Timur dan Selatan. [ab/uh]