Laju Penularan Virus Corona Melonjak Oleh sebab itu 18, 1%

0
585

Tukang bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menunjukkan masyarakat untuk tetap menerapkan aturan kesehatan. Pasalnya positivity rate corona di tanah air sudah mencapai 18, 1 persen, meningkat dari pasar lalu yang berada pada level 13, 81 persen.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Setpres)

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Setpres)

“Angka ini betul tinggi, bahkan sangat tinggi dibanding standar yang ditentukan WHO yakni di bawah lima persen. Tingginya positivity rate menunjukkan bahwa masih tingginya penularan yang terjadi di masyarakat. Hal ini sangat berbahaya. Positivity rate yang tinggi hanya bisa ditekan melalui kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, ” ungkap Resi dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/12).

Peningkatan positivity rate ini, ujar Wiku juga dikarenakan turunnya tren kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan khususnya di provinsi Jabodetabek.

Kemajuan Covid-19 di 13 Provinsi Prioritas

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa dari 13 provinsi prioritas penanganan pandemi sebesar tujuh provinsi dilaporkan mengalami kenaikan kasus positif sedangkan enam daerah lainnya mengalami penurunan.

Kenaikan kasus tertinggi pada minggu ini terjadi di Jawa Sedang (88, 8 persen), Sulawesi Selatan (60, 6 persen) dan Jawa Timur (39, 1 persen). Tengah itu, tiga provinsi dengan penurunan kasus corona terbesar pada minggu ini terjadi di Papua (80, 7 persen), Aceh (27, tujuh persen), dan Bali (27, enam persen).

Untuk kasus kematian, jelasnya, terdapat delapan provinsi yang mengalami kenaikan kematian tertinggi, sedangkan lima provinsi lainnya merasai penurunan.

“Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan mengalami kenaikan kematian mingguan sempurna yaitu 133, 3 persen, dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Disusul secara Kalimantan Timur (naik 94. satu persen), dan Jawa Tengah (naik 55 persen), ” tuturnya.

Provinsi Papua merupakan daerah yang mengalami penurunan kematian tertinggi, yakni 66, 7 persen, kemudian disusul oleh Sumatera Barat yang turun sebesar 53, 6 persen.

“Jika dilihat di tren kasus kesembuhan, sangat disayangkan terdapat enam provinsi yang merasai tren penurunan kesembuhan dari minggu ke minggu. Enam provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali, ” jelasnya.

Mayoritas Kabupaten/Kota di Indonesia Masuk Zona Oranye

Pergerakan peta zonasi risiko Covid-19 tidak cukup menggembirakan. Dilaporkan oleh Wiku, total kabupaten/kota yang masuk ke di dalam zona merah atau risiko agung meningkat menjadi 64 dari 47 kabupaten/kota pada pekan lalu.

Seorang petugas medis berjalan di antara mobil di tempat uji drive-through virus corona di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia di Jakarta, Indonesia, Senin, 14 Desember 2020.

Seorang petugas medis berjalan di kurun mobil di tempat uji drive-through virus corona di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia di Jakarta, Nusantara, Senin, 14 Desember 2020.

Total kabupaten/kota yang masuk ke dalam zona risiko sedang atau oranye meningkat dari 371 menjadi 380. Sementara itu, jumlah kota/kabupaten yang masuk ke dalam zona risiko rendah mengalami penurunan yang istimewa, dari 84 menjadi 59. Buat kabupaten/kota yang tidak ada urusan baru jumlahnya meningkat tipis sebab enam kabupaten/kota menjadi tujuh kabupaten/kota. Sedangkan untuk zona yang tak terdampak mengalami penurunan dari enam kabupaten/kota menjadi empat kabupaten/kota pada minggu ini.

“Berdasarkan pemetaan ini terlihat bahwa mayoritas kabupaten/kota di Indonesia berada di zona risiko sedang. Ini tentunya harus disikapi secara serius, hirau zona risiko sedang bukan kawasan aman. Sedikit lengah, maka sanggup berpindah ke zona risiko agung, ” jelasnya.

Jumlah Testing Mendarat

Jumlah kapasitas testing PCR yang tahu mendekati standar WHO kembali mendarat pada pekan ini menjadi 81, 9 persen. Wiku menyebut salah faktor yang mempengaruhi turunnya total testing PCR tersebut adalah adanya pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember lalu.

Seorang nakes bersiap melakukan tes usap Covid-19 di Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia di Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

Seorang nakes bersiap melakukan tes usap Covid-19 pada Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia di Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

Ia pun meminta kepada semesta pimpinan daerah untuk segera mengevaluasi penurunan jumlah testing ini. Laporan bermacam-macam kendala dalam melakukan testing kepada satgas Covid-19 di pusat sehingga deteksi dini kasus positif di kelompok bisa dilakukan dengan baik.

“Penurunan jumlah testing yang cukup drastis ini, seharusnya dapat menjadi pelajaran pimpinan daerah dalam jalan penanganan Covid-19. Jangan sampai hal serupa terjadi kembali. Lakukan jalan tiga T (testing, tracing, treatment) secara konsisten sehingga deteksi dini serta penanganan terhadap pasien Covid-19 bisa berjalan dengan baik, ” jelasnya.

Pemerintah Siapkan Kebijakan Pelancong Antar Kota di Masa Pandemi

Untuk dapat menekan laju penyebaran Covid-19, pemerintah ujar Wiku zaman ini sedang menggodok kebijakan terkait dengan pelaku perjalanan antar tanah air, yakni meliputi berbagai persyaratan sampai dengan mekanisme perjalanan.

Hal ini dilakukan karena selalu ada tren kenaikan kasus setelah adanya liburan lama.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, jika perjalanan yang hendak dilakukan tidak mendesak diharapkan untuk tidak melakukan perjalanan. Perjalanan dasar tidak selalu berbahaya, namun orang yang berasal dari daerah dengan risiko transmisi tinggi berpotensi mendatangkan penyakit ke daerah yang mereka tuju, ” pungkasnya. [gi/ab]