Laporan Frontex Meningkatnya Jumlah Migran Ilegal ke Uni Eropa

0
88

Jumlah migran yang mencoba masuk ke Uni Eropa tanpa izin dalam tiga bulan pertama tahun ini naik ke level tertinggi sejak 2016, kata Badan Pengawas Perbatasan Uni Eropa (Frontex), Selasa (19/4). Peningkatan yang signifikan bahkan tidak memperhitungkan masuknya pengungsi dari Ukraina.

Frontex memperkirakan bahwa lebih dari 40.300 migran ilegal berusaha memasuki 27 negara anggota UE antara Januari dan Maret, naik 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lebih dari 1 juta orang, sebagian besar dari Suriah tetapi juga banyak dari Irak, memasuki Uni Eropa pada tahun 2015. Kedatangan mereka memicu krisis politik besar di Eropa, bahkan hari ini, ketika negara-negara bertengkar tentang siapa yang harus merawat mereka.

Para migran berdiri di belakang pagar saat Presiden Siprus Nicos Anastasiades memeriksa pusat penerimaan migran Pournara di Kokkinotrimithia, di luar ibu kota Nicosia, Siprus, Senin, 14 Maret 2022. (AP/Petros Karadjias)

Tahun ini, hampir 5 juta orang melarikan diri dari perang di Ukraina. Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Polandia telah menerima lebih dari setengahnya sementara Hongaria telah menerima hampir setengah juta. Kedua negara menolak untuk diwajibkan menerima pengungsi dari Suriah dan Irak setelah tahun 2015.

Frontex mengatakan jumlah orang yang mencoba memasuki Eropa tanpa izin melalui Balkan Barat lebih dari dua kali lipat pada kuartal pertama tahun 2022. Badan tersebut mengatakan lebih dari 18.300 orang terdeteksi mencoba masuk secara ilegal, dan kebanyakan dari mereka berasal dari Suriah dan Afghanistan. .

Frontex juga mengatakan bahwa jumlah migran yang mencoba mencapai Inggris dengan melintasi Selat Inggris hampir tiga kali lipat pada awal 2022 menjadi hampir 8.900 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu. Sekitar setengah dibujuk untuk membatalkan upaya mereka. [ab/uh]