Mahkamah Agung AS Membahas Undang-Undang Aborsi Texas

0
60

Mahkamah Agung AS pada Senin (1/11) menggelar sidang atas undang-undang Texas yang melarang hampir semua aborsi setelah enam minggu kehamilan.

Texas yang didominasi Partai Republik melarang aborsi jika detak jantung terdeteksi pada embrio, yang biasanya terjadi pada usia kehamilan enam minggu, ketika beberapa wanita belum menyadari kehamilan mereka.

Undang-undang juga mengizinkan anggota masyarakat untuk menuntut pihak-pihak yang memfasilitasi aborsi setelah enam minggu. Para hakim mendengarkan argumen dari berbagai pihak, mulai dari pemerintahan Joe Biden hingga penyedia aborsi.

Mahkamah Agung mendapat kecaman setelah mengizinkan undang-undang Texas yang ketat mulai berlaku pada bulan September.

Pengadilan menjadi semakin konservatif di bawah pemerintahan Trump, yang menunjuk tiga dari sembilan hakim. Konservatif sekarang memegang mayoritas 6-3.

Sebuah jajak pendapat Universitas Monmouth pada bulan September menemukan 62% orang Amerika percaya aborsi harus legal atau legal dengan sedikit batasan. 24% mengatakan aborsi harus ilegal kecuali dalam situasi yang jarang terjadi seperti akibat pemerkosaan, sementara 11% mengatakan itu harus sepenuhnya ilegal. [vm/lt]