Menteri Pertahanan Bantah Presiden Burkina Faso Ditahan Pemberontak

0
317

Menteri Pertahanan Burkina Faso Aime Barthélemy Simpore membenarkan bahwa Presiden Roch Marc Christian Kabore tidak ditahan, dan bahwa pemerintah berusaha menghubungi tentara yang memprotes di pangkalan militer.

Tembakan senjata berat terdengar di sebuah pangkalan militer di ibukota Ouagadougou Minggu pagi (23/1), memicu kekhawatiran akan upaya kudeta yang sedang berlangsung setelah banyak yang semakin frustrasi dengan penanganan pemerintah terhadap pemberontakan Islam yang melanda negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi negara RTB, Barthélemy Simpore membenarkan bahwa telah terjadi baku tembak di barak tentara, tetapi membantah telah terjadi pengambilalihan negara.

“Saya secara resmi menyangkal bahwa kepala negara telah ditangkap,” tegasnya. Dia menambahkan, “tidak ada lembaga Republik yang dikompromikan.”

Barthélemy Simpore lebih lanjut mengatakan bahwa “kami tidak tahu banyak tentang motif penembakan ini. Kami belum tahu apa yang mereka klaim dan masih berusaha memahami situasinya. Kami mencoba menghubungi mereka yang memimpin protes untuk memahami motif penembakan ini.”

Dia menggarisbawahi “semuanya masih terkendali.”

Barak militer Lamizana Sangoule saat ini berada di bawah kendali tentara pemberontak, sementara kerumunan orang yang mendukung mereka telah berkumpul di luar pangkalan. Beberapa tentara yang marah melepaskan tembakan ke udara, mengarahkan kemarahan mereka pada presiden atas kematian beberapa tentara.

Tentara pemberontak menelepon Associated Press dengan bantuan seorang pria yang mengatakan mereka mencari kondisi kerja yang lebih baik untuk militer Burkina Faso di tengah perang yang meningkat melawan kelompok militan Islam. Tuntutan tersebut termasuk peningkatan sumber daya dalam perang melawan ekstremis, dan jaminan untuk perawatan yang lebih baik bagi yang terluka dan keluarga korban. Tentara pemberontak juga menuntut perubahan dalam hierarki militer dan intelijen.

Dalam wawancara tersebut, Menteri Pertahanan Burkina Faso Aime Barthélemy Simpore menyerukan kepada tentara untuk “tetap nasionalis” dan “terus menjalankan misi melindungi wilayah dan rakyat Burkina Faso.”

Insiden itu terjadi sehari setelah pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri presiden selama demonstrasi di Ouagadougou. [em/jm]