Merebak di Jawa Tengah, Varian Delta Kelabuhi Sistem Kalis

0
167

Kabupaten Kudus di Jawa Sedang mengalami pelonjakan kasus COVID-19 secara luar biasa. Penyeliaan Whole Genome Sequencing (WGS) membuktikan varian B 1617. 2 atau delta telah merebak di sana.

Penegasan mengenai masuknya varian delta dari India masuk ke Kudus disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Membalas Pranowo. Kementerian Kesehatan sendiri telah memastikan hal tersebut setelah hasil pemeriksaan dengan dilakukan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), Universitas Gadjah Mada (UGM) keluar pada 11 Juni. Untuk membendung sebaran kasus lebih luas lagi, Ganjar mengusulkan Kudus menerapkan Kegiatan Lima Hari di Panti Saja.

“Saya butuh dukungan masyarakat, kalau masyarakat tidak mendukung tersebut nanti kucing-kucingan terus. Hirau varian baru sudah menghunjam di Kudus. Catat itu, sudah masuk di Suci. Kenapa penularannya cepat sekali? Masyarakat musti sadar piawai, ” kata Ganjar di dalam pernyataan kepada media di Kudus, Minggu (13/6).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) mengamati grafik kasus COVID-19 dalam kunjungan ke Kudus, Minggu 13 Juni 2021. (Foto: Courtesy/Humas Pemda Jateng)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tengah) menyidik grafik kasus COVID-19 pada kunjungan ke Kudus, Minggu 13 Juni 2021. (Foto: Courtesy/Humas Pemda Jateng)

Selama lima hari pada rumah itu, lanjut Ganjar, orang tua dan anak-anak sepantasnya dilarang keluar rumah. Cuma untuk keperluan yang betul-betul penting, lanjutnya, masyarakat bisa bepergian. Usulan ini tetap saja masih harus meraup persetujuan dari pemerintah kabupaten setempat.

Di Sabtu (12/6), Jawa Pusat melaporkan kasus kematian akibat COVID-19 tertinggi di Nusantara, yaitu 37 kasus di dalam satu hari. Dari jumlah itu, di Kabupaten Suci sendiri pada hari yang sama jumlah pasien wafat dilaporkan mencapai 34 urusan. Artinya hampir seluruh kejadian pasien yang meninggal pada hari Sabtu hanya berpangkal dari Kudus.

Karena ketidakmampuan fasilitas kesehatan setempat, lebih dari satu. 200 pasien positif COVID-19 dikirimkan ke asrama haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Sementara setidaknya 350 gaya kesehatan di Kabupaten Kudus dinyatakan positif. Pemerintah provinsi telah membantu mengirimkan 120 tenaga kesehatan untuk menyalahi kondisi yang semakin menggundahkan.

Jawa Tengah mengalami penggandaan zona merah secara mengherankan. Ganjar mengaku telah menduga bahwa varian delta sebab India yang menjadi pasal pergerakan cepat ini.

“Kita akan kerjakan pemeriksaan banyak sampel di tempat lain, saya rambang dengan pergerakan ini, tiga minggu sebelumnya hanya 3 kabupaten, kemudian bertambah delapan dan jadi sebelas. Perasaan saya waktu itu yakin, ini mesti varian hangat. Dan ini kita petakan, Kudus yang pertama, lantaran pusat sudah merilis soal ini, maka ini betul-betul untuk semuanya, ” sekapur Ganjar.

Kabupaten-kabupaten di sekitar Kudus, bagaikan Grobogan, Demak, dan Pati, telah diingatkan mengenai daya penyebaran kasus. Ganjar meminta seluruh pihak bekerja sebanding dengan baik. Jika peringatan tidak diindahkan, operasi yustisi dapat ditegakkan.

Data kasus COVID-19 Kabupaten Kudus, Minggu 13 Juni 2021, dalam tangkapan layar.

Data kasus COVID-19 Kabupaten Kudus, Minggu 13 Juni 2021, dalam tangkapan layar.

Kelabuhi Bentuk Imun

Ketua Tim WGS SARS CoV-2, FKKMK UGM, dr. Gunadi, Ph. D, Sp. BA kepada VOA membaca kasus di Kudus menunjukkan bahwa varian delta telah mengalami transmisi lokal. Penularan tidak lagi terjadi jarang warga negara asing kepada warga Indonesia, tetapi antarwarga Indonesia sendiri, khususnya dalam Kudus.

Dia menambahkan, interaksi sosial di dalam skala besar meningkatkan resiko timbulnya varian baru COVID-19. Apalagi, jika interaksi baik besar itu tidak mempedulikan protokol kesehatan. Catatan peristiwa di Kudus membuktikan kegiatan pengumpulan warga dalam total besar seperti hajatan dan penyelenggaraan acara tradisi lainnya, menjadi penyebab penyebaran peristiwa.

Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar vaksinasi bagi Lansia di kawasan Pura Terban, Sabtu, 12 Juni. (Foto: Courtesy/Humas Pemprov Jateng)

Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar vaksinasi untuk Lansia di kawasan Negeri Terban, Sabtu, 12 Juni. (Foto: Courtesy/Humas Pemprov Jateng)

Upaya serius kudu dilakukan untuk menekan penyebarannya karena varian baru ini memiliki dua dampak, yaitu lebih cepat menular & bisa mengelabuhi sistem kalis manusia.

“Bisa mempengaruhi efektivitas vaksin. Dia seperti tidak dikenali sebab sistem imun manusia. Ada dua variasi di varian delta, satu menyebabkan transmisi lebih cepat. Satu mutasi lagi menyebabkan dia berharta mengelabuhi sistem imun kita, ” kata Gunadi pada VOA .

Gunadi membaca, varian delta memiliki perut mutasi di Receptor Binding Domain (RBD). Ini ialah bagian dari protein virus, yang berkaitan langsung dengan reseptor manusia. Mutasi pada RBD inilah yang memproduksi varian delta memiliki dua kemampuan baru tersebut.

Petugas kepolisian membantu sosialisasi pemakaian masker kepada pengguna jalan di Kudus, Minggu, 13 Juni 2021. (Foto: Courtesy/Humas Pemkab Kudus)

Petugas kepolisian membantu sosialisasi pemakaian masker pada pengguna jalan di Kudus, Minggu, 13 Juni 2021. (Foto: Courtesy/Humas Pemkab Kudus)

Imun manusia terbentuk melalui dua jalan, yakni terinfeksi COVID-19 kemudian sembuh, atau melalui vaksinasi. Ke-2 imun bentukan ini diketahui dalam penelitian, mampu dikelabuhi oleh varian delta. Tempat menambahkan, masih dibutuhkan tes klinis lebih lanjut untuk memetakan dampaknya di dalam populasi. Namun, sebagai siasat antisipasi, sebelum dipastikan lebih rinci, masyarakat harus mewaspadai dampak mutasi ini. [ns/ah]