Mesir Restorasi Masjid Bersejarah di Kairo

0
616

Berbiaya sekitar 13 juta pound Mesir, atau senilai $ 833. 370, pihak berwenang Mesir akhirnya menutup tahap pertama restorasi bangunan kuno Masjid Imam Syafi’i.

Bangunan berusia ratusan ini terletak di kawasan City of the Dead di Kairo. Masjid itu dinamai seorang ulama abad rata-rata yang dianggap sebagai satu dibanding empat imam mazhab paling istimewa bagi Islam Sunni.

Untuk menandai tuntasnya renovasi periode pertama, salat Jumat diselenggarakan di dalam masjid tersebut pada 20 November lalu. Selain Gubernur Kairo Khaled Abdel Aal, dua menteri Mesir turut hadir hari itu.

Menteri Wakaf Mohamed Mokhtar Gomaa adalah satu dari besar menteri yang mengikuti salat Jumat di dalam masjid ketika itu.

“Saya sangat gembira hari ini dengan diresmikannya masjid ini setelah direnovasi karena bermacam-macam alasan. Pertama-tama adalah karena biji keagamaan, sejarah dan arkeologi daripada masjid ini. Tempat masjid itu bukan hanya ada di hati rakyat Mesir, tetapi selalu di hati dunia Arab & Islam, selain di hati seluruh murid dan pencinta Imam Syafi’i, ” kata Gomaa.

Pemandangan sebuah masjid di Kairo, Mesir. (Foto: VOA/H. Elrasam)

Pemandangan suatu masjid di Kairo, Mesir. (Foto: VOA/H. Elrasam)

Kementerian Wakaf Mesir mendanai proyek untuk merenovasi langgar tersebut, yang berlangsung di bawah supervisi Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan.

Menurut Menteri Wisata dan Kepurbakalaan Mesir, Khaled el-Anany, masih ada lagi pekerjaan renovasi pada bangunan itu yang dijadwalkan dalam jangka waktu enam kamar mendatang.

“Tahap baru yang kami resmikan pada hari ini telah tuntas dan ini dirayakan dengan menyelenggarakan ibadah pada dalam masjid kuno ini yang sangat luar biasa nilainya untuk Mesir. Insyaa Allah, dalam enam bulan mendatang, kami akan tuntaskan kegiatan merenovasi mausoleum dan kubah masjid, ” paparnya.

El-Anany menyatakan proyek restorasi masjid ini sangat penting. Ia pula menyebut tentang berbagai upaya yang dilakukan pemerintah Mesir untuk mengembangkan kawasan itu secara keseluruhan. Restorasi ini termasuk kegiatan yang dikerjakan untuk mengembangkan kawasan Danau Ain El-Sira dan kawasan di sekitar Museum Nasional Peradaban Mesir, yang mencakup pembangunan jembatan dan jalan-jalan baru.

Sementara itu Hisham Samir, Asisten Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan untuk Urusan Teknik, menambahkan tahap perdana proyek restorasi ini mencakup dituntaskannya seluruh aspek sejarah serta penjagaan pembangunan kubah masjid, selain dokumentasi arkeologis mengenai komponen-komponen dan ornamen masjid tersebut.

Langgar Imam Syafi’i berlokasi di sisi jalan yang juga menggunakan nama ulama terkemuka itu. Masjid ini telah ditelantarkan selama puluhan tarikh meskipun tugas dan karya Imam Syafi’i dipandang penting.

Sepanjang hidupnya, Imam Syafi’i dengan juga penulis dan ulama tersebut melakukan perjalanan ke berbagai praja terkemuka Arab, termasuk Kairo. Tersebut adalah kota tempat ia meninggal dunia dan dimakamkan. [uh/ab]