Narkoba Ditemukan di Sistem Drummer Foo Fighters

0
155

Taylor Hawkins, drummer band rock Foo Fighters, meninggal dunia di usia 50 tahun.

Pejabat di Bogota, Columbia, mengatakan Hawkins dilaporkan menderita nyeri dada dan tim darurat tidak dapat menyadarkannya.

Foo Fighters menyebut kematian Hawkins sebagai “kehilangan yang tragis dan prematur.”

Kantor Kejaksaan Distrik Columbia mengeluarkan pernyataan Sabtu yang mengatakan tes toksikologi pada urin Hawkins awalnya menemukan 10 jenis zat psikotropika, termasuk ganja, pereda nyeri opioid, dan obat penenang benzodiazepin. Belum ada kabar tentang penyebab kematian, dan penyelidikan masih berlangsung.

Taylor Hawkins dari Foo Fighters tampil di Festival Musik dan Budaya Ziarah di The Park di Harlinsdale pada 22 September 2019. (Foto: AP)

Hawkins terakhir tampil bersama personel Foo Fighters lainnya pada Minggu (20/7) di sebuah festival di San Isidro, Argentina.

The Foo Fighters sebelumnya dijadwalkan menggelar pertunjukan di Bogota, Kolombia, Jumat malam (25/3).

“Gairahnya pada musik dan tawa akan hidup selamanya bersama kita semua,” cuit Foo Fighters. “Belasungkawa kami untuk istri, anak-anak, dan keluarganya.”

Ucapan belasungkawa pun mengalir di media sosial. Gitaris Rage Against the Machine, Tom Morello, mentweet “God bless you Taylor Hawkins” di samping foto dirinya bersama Hawkins dan musisi Perry Farrell. “Saya suka semangat dan kekuatan rock Anda yang tiada henti.”

Sementara Finneas, saudara penyanyi Billie Eilish dan penulis serta produser, mentweet “bakat yang luar biasa, yang tidak hanya begitu baik, murah hati dan keren, tapi semua itu… Dunia sangat beruntung memilikinya.”

Hawkins meninggalkan seorang istri dan tiga anak. [em/ft]