Negara-negara Menyetujui Perjanjian Iklim dengan Kompromi Batubara

0
70

Hampir 200 negara telah menyepakati kompromi iklim yang bertujuan untuk mempertahankan target pemanasan global. Namun, kesepakatan itu berisi perubahan mendadak pada batu bara.

Beberapa negara, termasuk negara pulau kecil, mengatakan mereka sangat kecewa dengan perubahan yang didorong India pada Sabtu untuk “mengurangi”, bukannya “menghilangkan” energi batu bara.

Pada hari terakhir pembicaraan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama dua minggu di Glasgow, Skotlandia, banyak negara mengeluh tentang langkah kesepakatan yang dianggap terlalu lambat. Namun, mereka mengatakan hasilnya lebih baik daripada tidak ada kesepakatan sama sekali dan membuat kemajuan bertahap.

Perjanjian tersebut juga mengatakan negara-negara pencemar karbon utama harus menyerahkan janji pengurangan emisi yang lebih kuat pada akhir tahun 2022.

“Ini kesepakatan yang bagus untuk dunia,” kata utusan iklim AS John Kerry Associated Press. “(Kesepakatan) memiliki beberapa masalah, tetapi secara umum itu adalah kesepakatan yang sangat baik.”

Menjelang negosiasi Glasgow, PBB telah menetapkan tiga kriteria keberhasilan, dan tidak ada satupun yang tercapai.

Kriteria PBB termasuk janji untuk mengurangi separuh emisi karbon dioksida pada tahun 2030, $100 miliar bantuan keuangan dari negara-negara kaya ke negara-negara miskin, dan memastikan dana tersebut digunakan untuk membantu negara-negara berkembang beradaptasi dengan dampak terburuk perubahan iklim. [vm/ft]