Saturday, January 29, 2022
Home Blog Page 64

1, 3 Juta Lagi Warga GANDAR Ajukan Tunjangan Pengangguran Pekan Cerai-berai

0
Lebih dari 1, 3 juta lagi orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan awut-awutan, angka yang menunjukkan bahwa penuh pengusaha masih melakukan PHK kelanjutan merebaknya kembali virus corona. Tingkat PHK yang terus meningkat disebabkan lonjakan penularan virus yang memaksa enam negara bagian AS menunda langkah mereka untuk membuka balik bisnis.  Keenam negara bagian itu, Arizona, California, Colorado, Florida, Michigan and Texas — yang merupakan sepertiga dari perekonomian AS. Lima belas negara bagian lainnya pula menangguhkan pembukaan kembali. Secara keseluruhan penundaan itu menghentikan pemulihan sementara di pasar perburuhan dan kemungkinan akan memicu PHK tambahan. Informasi Departemen Tenaga Kerja AS hari Kamis menunjukkan, jumlah pendaftar dengan minta bantuan pengangguran turun sejak 1, 4 juta pada minggu sebelumnya. Angka itu sekarang menyentuh 1 juta selama 16 minggu berturut-turut. Sebelum pandemi, rekor tertinggi untuk pendaftaran pengangguran kurang daripada 700. 000 per minggu. [ps/ii]#@@#@!!

Karantina Wilayah akibat Covid-19 Picu Pencemaran Sampah Plastik

0
Para pegiat lingkungan gembira melihat transisi positif udara bersih, tingkat emisi karbon dioksida yang lebih hina, dan air yang lebih suci - ketika pandemi virus corona melanda AS pada pertengahan Maret 2020. Akan tetapi karantina provinsi selama berbulan-bulan itu juga telah mengakibatkan bertambahnya konsumsi secara daring (online), disertai dengan semakin meningkatnya sampah seperti kantong plastik, gelembung pembungkus, masker penutup wajah dan sarung tangan. Amara Wijithong dengan hati-hati memeriksa setiap inci teluk yang berada dekat kota wisata Thailand, Pattaya. Bersama ayahnya, Amara membersihkan air dari tempat sampah plastik. “Saya khawatir setelah COVID laut akan dipenuhi dengan kotor! Sebagian ahli lingkungan setempat menyatakan jumlah sampah plastik naik 50% pada bulan April 2020. Dan 80% dari sampah itu merupakan wadah makanan plastik, botol air dan gelas serta paket sekali pakai. ” Ketika pandemi melanda AS pada pertengahan Maret lalu, jumlah pembelian secara online meningkat 240%. Jutaan kantong plastik, bungkusan, aerosol, sarung tangan dan masker penutup wajah dikirim ke rumah-rumah di seluruh Amerika di setiap hari. Akibatnya, jumlah sampah plastik itu memenuhi kota-kota. “Hanya dalam bulan Maret dan April 2020, di tengah pandemi ini, saya amati di satu stasiun pompa air limbah terjadi peningkatan 17 ton tisu pembersih, dibandingkan Maret dan April tahun lalu masa tidak berada dalam pandemi, ” kata Lyn Riggins dari Washington Suburban Sanitary Commission.  Penggunaan kampil plastik juga meningkat secara dramatis. Beberapa negara bagian menunda penerapan larangan terhadap kantong plastik karena pandemi dan sebagian toko grosir berhenti mengizinkan penggunaan tas daur-ulang yang dapat digunakan kembali untuk menghindari penyebaran virus corona. Beberapa ahli lingkungan mengemukakan gerakan itu tidak membantu. “Sebuah studi penelitian yang dilakukan Johns Hopkins mengadukan bahwa dari semua bahan wujud, COVID-19 itu bertahan lama dalam plastik. Jadi itu sebenarnya bertentangan dengan apa yang mereka kutip, ” ujar Jackie Nuñez, pendiri "The Last Plastic Straw". Sebagian kongsi daur ulang juga berjuang karena jatuhnya harga minyak. “Pendaur ulang mengeluarkan biaya untuk mengumpulkan limbah dan mengolahnya, kemudian menjual bahan daur ulang tersebut - dan harga itu ditetapkan sesuai dengan harga minyak. Jadi ketika makna minyak turun, banyak pendaur kembali tidak bisa bersaing!, ” kata Tom Szaky, pendiri TerraCycle. Para pemerhati lingkungan menyatakan setiap tahun kira-kira 8 juta ton plastik sudah di laut. Para pakar membeberkan, produksi plastik dapat meningkat 40% dalam sepuluh tahun mendatang. Karena hanya sebagian kecil yang mampu didaur ulang, skenario itu terlihat sangat suram. “Di mana kita melihat plastik? Banyak orang yang khawatir karena begitu mereka tiba mencari potongan yang lebih mungil, mereka dapat menemukannya di penuh tempat! ” Menurut Pew Research Center, lebih dari 64% warga Amerika menyatakan melindungi lingkungan harus menjadi prioritas kongres. Tetapi para-para ahli itu khawatir bahwa pandemi dan dampak ekonominya dapat membakar isu lingkungan dan polusi keluar dari prioritas tersebut. [mg/lt] Â

Pola Lotre Menang – Bagaimana Seorang Individu Menemukan Satu Dari Mereka?

0
Data SGP - Bahkan, beberapa di antaranya adalah orang-orang paling berpengetahuan dan intelektual yang pernah Anda temui. Penyimpanan Catatan - Lacak kemajuan Anda dan dalam angka yang telah dimenangkan. Anda harus sering mengikuti lomba teknologi dan bermain. Jika Anda...

Dorong Penggunaan Masker, Presiden Brazil Bolsonaro Positif Corona

0
Setelah berbulan-bulan menganggap remeh bahaya yang bisa diakibatkan virus corona, Pemimpin Brazil Jair Bolsonaro dinyatakan pasti corona.

Janji RUU P-KS: Semakin Ditunda, Mulai banyak Korban

0
Sekitar 71 organisasi se-Indonesia menuntut DPR agar kembali membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) dengan baru saja dikeluarkan dari jadwal Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2020. Mereka akan menggelar kelakuan mingguan di depan kompleks DPR, sampai rancangan hukum itu disahkan.

Giliran Wilayah di Selatan Amerika Dijangkiti Virus Corona

0
Pejabat-pejabat lokal pada wilayah selatan Amerika kini menyuarakan keprihatinan baru terkait peningkatan cendekia perebakan pandemi virus corona dalam beberapa hari terakhir ini, sekalipun Presiden Donald Trump menyebut hal itu sebagai “sama sekali tidak berbahaya. ” Berbicara dalam program ABC News “This Week” hari Minggu (5/7), Walikota Kate Gallego di bagian selatan Phoenix, Arizona, mengatakan “kami membuka bisnis lokal terlalu cepat” setelah ditutup semasa Maret dan April. “Kami pada krisis, ” ujarnya merujuk di 59. 000 orang yang tertular di kota berpenduduk 1, tujuh juta jiwa itu. Gallego mengucapkan lokasi-lokasi pengujian virus corona kini “kewalahan. ” Amerika telah mencatat lebih dari 50. 000 urusan baru virus corona dalam kaum hari terakhir ini, terutama dalam negara-negara bagian di bagian daksina yang tidak tertular wabah ini pada bulan Maret dan April ketika kota-kota di bagian timur laut, terutama New York, tersentuh dampak paling parah. New York kini memiliki kasus virus corona yang lebih sedikit. Florida, negeri bagian paling tenggara Amerika, sudah mencatat lebih dari 11. 400 kasus baru pada hari Sabtu (4/7) saja, ketika beberapa kota besar di Amerika melangsungkan perayaan Hari Kemerdekaan. Meskipun demikian puluhan komunitas yang lebih kecil membekukan rencana perayaan karena khawatir perebakan virus mematikan ini. “Tidak tersedia keraguan, ketika kita mulai kembali kegiatan ekonomi, orang mulai bersosialisasi lagi di tempat-tempat umum & memicu peningkatan pesat penularan virus corona, ” ujar Walikota Miami Francis Suarez pada ABC. Dia menyebut peningkatan pesat ini “sangat buruk, ” tetapi menambahkan “jika orang-orang mengenakan masker, ada peluang kita dapat menghentikan perebakan. ” Harris County di Houston, Texas, mencatat hampir seperempat dari 35. 000 kasus virus corona berlaku pada hari Sabtu saja. Namun Trump, dalam pidato dalam pesta di Gedung Putih yang dilangsungkannya Sabtu malam, mengatakan “99%” kasus baru itu “sama sekali tak berbahaya, ” klaim meragukan masa melihat jumlah pasien rawat inap kini meningkat tajam, meskipun mereka yang berusia lebih muda umumnya pulih lebih cepat. Secara menyeluruh hampir 130. 000 warga Amerika meninggal akibat virus mematikan itu dan lebih dari 2, 8 juta orang telah tertular, menjadikan Amerika sebagai negara dengan tingkat perebakan tertinggi di dunia. [em/ii]#@@#@!!

Hawa Kenya Laporkan Lebih Banyak Pelecehan Selama Covid-19

0
Tanda malam dan pembatasan pergerakan sebab virus corona di Kenya telah menyebabkan meningkatnya kekerasan terhadap rani, kata para petugas kesehatan. Kaum LVCT Kenya, yang mengurus isu-isu pencegahan HIV dan kesehatan reproduksi, mengatakan masalah ekonomi membebani keluargayang seringkali berujung pada laki-laki memermak isteri mereka. Lucy Awour, dengan berusia 32 tahun, meminta sambung tangan di sebuah pusat pemerintah Kenya yang membantu perempuan dan bani perempuan yang lari dari pria yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). "Hidup saya sangat berat, tidak ada kedamaian dalam rumah. Terkadang saya tak punya makanan untuk anak-anak. Suami kami sering memukuli saya tengah suangi. Saya tidak pernah bisa terbaring tenang, " kata Lucy Awour. Juru bicara kepolisian Kenya Charles Owino mengatakan selama pandemi Covid-19, mereka menerima lebih banyak informasi kekerasan berbasis gender. "Seringkali, seks yang lebih lemah adalah rani dan seringkali mereka jadi korban. Karena itu, kami menerima semakin banyak kasus dimana perempuan diserang, dilecehkan..., " kata Charles Owino. Meski belum ada angka resminya, para petugas kesehatan Kenya mengutarakan mereka melihat lonjakan kasus KDRT sejak jam malam diberlakukan bulan Maret guna menekan perebakan Covid-19. Jane Thiomi adalah pekerja LVCT Health, organisasi amal yang menolong perempuan dan anak perempuan. Tempat mengatakan bulan Februari, organisasinya menyambut 123 pengaduan. Sedangkan pada enam minggu pertama sejak jam malam diberlakukan, telah mendapat hampir 800 laporan. "Dengan bantuan para pejabat pemerintah, kami melihat banyak orang melaporkan kekerasan setiap hari pada tempat ini. Dan yang ana lakukan adalah, kami berunding dengan kedua belah pihak, apabila itu bersedia duduk bersama, dan berbicara, bernegosiasi. Karena, apabila seseorang menderita KDRT hari ini, mereka tak bisa minta bantuan kemana-mana, " kata Jane Thiomi. Pihak berkuasa dan badan-badan bantuan Kenya mengatakan stres karena kehilangan pendapatan kelanjutan virus corona, telah menyebabkan memburuknya KDRT. Awour berharap Kenya bakal membuka perjalanan domestik segera supaya dia bisa menyelamatkan diri dibanding suaminya dan menumpang di tempat saudaranya. [vm/ii]#@@#@!!

KPA Khawatir Rekrutmen TNI-Polri di BUMN Picu Kekerasan Agraria

0
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) meminta Kementerian BUMN mencoret penempatan pejabat aktif maupun pensiunan polisi-TNI di perusahaan BUMN. Sekjen KPA Dewi Kartika khawatir pelibatan pejabat aktif maupun purnawirawan Polisi-TNI di perusahaan BUMN akan memperparah konflik dan kekerasan di daerah agraria. Apalagi, kata dia, jika rekrutmen tersebut diarahkan untuk mengakhiri konflik pertanahan dengan pendekatan kaidah dan represif untuk menjaga aktiva BUMN. Menurutnya, pantauan KPA pelibatan kedua institusi tersebut telah berdampak pada timbulnya kekerasan dan kriminalisasi terhadap masyarakat. Karena itu ia, menyarankan kebijakan Kementerian BUMN ini untuk dibatalkan. "Jadi MoU-MoU jarang kementerian dan lembaga dengan Polri-TNI itu menjadi tren yang terus meningkat dalam 10 tahun final ini. Kemudian membuat kita menjelma lebih khawatir lagi, karena tidak hanya MoU tapi masuk langsung ke struktur, " jelas Buah hati Kartika kepada VOA, Jumat (3/7). Dewi Kartika menambahkan lembaganya merekam sepanjang 2019 ada 258 petani dan aktivis agraria yang dikriminalisasi, 211 orang mengalami penganiayaan, 24 orang tertembak dan 14 orang tewas. Tindakan kekerasan dan kriminalisasi tersebut didominasi kepolisian sebanyak 37 kasus, TNI dan Satpol PP masing-masing enam kasus, serta petugas keamanan perusahaan 15 kasus. "Dan telah bukan lagi rahasia publik, bahwa ada pejabat-pejabat mantan TNI-Polri dengan itu juga punya bisnis dalam perkebunan. Ini sudah pasti hendak menimbulkan konflik kepentingan, " tambah Dewi. Dari sisi BUMN, Dewi menuturkan ada ratusan ribu suku dan ribuan desa yang provinsi hidupnya tumpang tindih dengan perusahaan milik BUMN. Antara lain PTPN, Perhutani dan anak-anak perusahaannya. Status ini juga diperkuat data Kedudukan Prioritas Reforma Agraria (LPRA). Khusus masalah agraria dengan PTPN, KPA mencatat ada 137 desa dan wilayah adat di 24 kabupaten seluas 288. 431 hektar dengan berada dalam HGU, tumpang tindih klaim dengan HGU PTPN ataupun digusur PTPN. Termasuk di dalamnya adalah tanah pertanian, ladang, pemukiman, fasilitas umum dan sosial kaya sekolah, tempat ibadah, dan biro pemerintahan desa. Sedangkan konflik agraria dengan Perhutani di seluruh Jawa, tercatat ada 74 desa seluas 42. 042 hektar di 20 kabupaten. Artinya, berdasarkan dari masukan LPRA KPA, ada lebih dari 90 ribu keluarga yang masih bermasalah dengan perusahaan-perusahaan BUMN. Pejabat Polri-TNI Bertugas Mengawasi BUMN? Menyikapi itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan purnawirawan dan pejabat aktif Polri-TNI tersebut duduk di jabatan komisaris, bukan pengurus. Mereka bertugas untuk melakukan pengawasan agar perusahaan BUMN sesuai secara visi-misi pemerintah dan aturan yang berlaku. "Apakah ada terbukti komisaris-komisaris yang selama ini dari Polri-TNI itu terjun langsung melakukan kaya itu di konflik-konflik yang KPA nyatakan, itu ada tidak. Apakah berhubungan dengan perusahaan seperti tersebut, kan tidak juga, " tutur Arya Sinulingga kepada VOA, Jumat (3/7). Arya menambahkan pelibatan pejabat aktif maupun purnawirawan Polisi-TNI pada perusahaan BUMN sudah terjadi di dalam pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Semisal pada kala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersedia 87 orang, sedangkan pada zaman Presiden Joko Widodo periode perdana sebanyak 70 orang. [sm/em]#@@#@!!

Praktisi Baru Bertambah 4, 8 Juta, Tingkat Pengangguran AS Turun maka 11, 1%

0
Perekonomian AS menambah 4, 8 juta pekerja baru bulan Juni 2020, ketika Amerika berjuang untuk reda setelah penutupan bisnis akibat pandemi virus corona. Pemerintah AS keadaan Kamis (2/7) menyatakan 1, 4 juta pekerja lagi yang di-PHK minta tunjangan pengangguran pekan morat-marit. Pengangguran AS turun menjadi 11, 1% bulan Juni 2020 kala ekonomi menambahkan 4, 8 juta pekerjaan baru, menurut laporan negeri Kamis (2/7). Akan tetapi pemulihan pasar kerja itu diperkirakan terhenti lagi karena babak baru penutupan bisnis dan PHK yang dipicu oleh perebakan kembali virus corona. Berita itu muncul ketika jumlah infeksi yang dikonfirmasi per hari di AS melonjak ke angka tertinggi, yaitu 50. 700 infeksi, lebih dari dua kali ganda dibanding sebulan terakhir, berdasarkan perkiraan Johns Hopkins University. Sementara dalam Gedung Putih, Presiden Donald Trump, yang menghadapi persaingan ketat untuk terpilih kembali pada Pemilu November mendatang, melawan mantan Wakil Kepala Joe Biden, gembira mengumumkan tingkat pertumbuhan pekerjaan bulan Juni itu. “Para pekerja yakin dapat membongkar-bongkar pekerjaan. Pasar saham melonjak. Itu bukan angka yang dicapai oleh presiden lain. Semuanya kembali bertambah cepat dari yang kita taksir. Kita akan capai kuartal ke-3 yang fantastis. Tahun depan mau menjadi tahun yang luar biasa buat pekerjaan, ” kata Trump. Kaum ekonom memperkirakan pemulihan tersebut akan makan waktu lebih lama sejak yang diperkirakan Trump, dan tingkat pengangguran cenderung mendekati angka dua digitpada akhir tahun 2020. Sementara pasar kerja membaik untuk kamar kedua berturut-turut, laporan Departemen Gaya Kerja itu menunjukkan AS sedang jauh dari pemulihan dari kesusahan besar-besaran yang diderita pada musim semi tahun ini. Perbaikan lapangan kerja itu telah memulihkan sekitar sepertiga dari 22 juta pekerjaan yang hilang. Sebelum keluar sebab ruang rapat Gedung Putih tanpa memberi wartawan kesempatan bertanya, Trump mengatakan, “Kami tidak ciut dan negara kita tidak akan menjelma lemah. ” Presiden Amerika tersebut menegaskan dukungannya pada pemberian bunga bantuan $ 1. 200 stimulus untuk sebagian besar pembayar pajak, bahkan beberapa rekannya dari Partai Republik menyuarakan keprihatinan terkait pinjaman nasional negara yang terus membengkak dan kini mencapai lebih daripada $ 26 triliun. Pemimpin Bank Sentral, Jerome Powell awal pasar ini mengatakan, langkah perbaikan ekonomi AS mendatang masih tetap "penuh ketidakpastian. " Ia menambahkan pemulihan itu sangat tergantung pada penanggulangan pandemi. Bank Sentral AS memperhitungkan pengangguran akan turun menjadi 9, 3% pada akhir tahun 2020 dan menjadi 6, 5% di dalam akhirusanah 2021, kemajuan yang lebih besar dari perkiraan sebagian ekonom. [mg/ii]#@@#@!!

Dokter Hamil 7 Bulan Rawat Pasien Covid di ICU

0
Bagi kebanyakan orang, membawa bujang untuk bekerja di rumah lara adalah pilihan yang buruk khususnya selama pandemi COVID-19. Tetapi banyak ibu hamil di bidang medis tidak punya pilihan lain kala mereka harus tetap bekerja. Pada Los Angeles California, ada seorang dokter yang sedang hamil tujuh bulan dan tetap merawat penderita COVID-19. Di saat para karakter tua tetap tinggal di panti dengan anak-anak mereka selama pandemi virus corona, Dr. Zafia Anklesaria justru membawa anaknya yang sedang dalam kandungan yang berusia tujuh bulan ke kantor, untuk mengarahkan tugasnya sebagai dokter yang memimpin unit perawatan intensif, atau ICU, di Los Angeles. “Putra beta ini sangat baik, dia tak pernah menyusahkan saya. Dia hanya tidur saja. Namun pernah, kala saya harus melakukan intubasi, tiba-tiba saya merasakan tendangan yang pas agresif dari dalam perut saya, " ujarnya. Anklesaria mengatakan bahwa dengan pandemi yang terjadi pada Amerika, ia merasa terpanggil untuk mengemban tugasnya bersama rekan-rekan seprofesi. Dia menyadari akan risiko untuk bayinya, untuk itu dia menggunakan alat pelindung diri, atau APD, agar mereka tetap sehat. Kekhawatirannya sekarang adalah apa yang hendak terjadi setelah kelahiran. "Saya kacau ketika anak saya lahir nanti, di kemudian hari dia bakal sulit mengembangkan hubungan dekat dengan keluarga dan teman-teman, karena kita harus menjaga jarak dari seluruh orang. " Selama melewati hari-hari yang panjang di rumah melempem dan dikelilingi oleh pasien secara masalah kesehatan yang serius, Anklesaria mengatakankan dekompresi merupakan bagian sari dari rutinitasnya. “Kami tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan perasaan di sekitar sini. Kami berbahasa dengan keluarga di telepon mengenai orang yang mereka cintai dengan dalam keadaan sekarat, dan itu sangat sulit. Kalau saya medium tidak hamil, saya akan menelan anggur yang banyak, tetapi masa ini saya tidak bisa melakukannya. " Anklesaria mengatakan dia & suaminya belum mendapat nama yang tepat untuk bayinya, walau teman-temannya sudah sering bertanya, yang jelas dia tidak akan memberi nama Corona, Coronalita, atau COVID. [ds/lt]#@@#@!!