Saturday, January 29, 2022
Home Blog Page 66

AS dan Rusia Catat Kemajuan pada Pembicaraan Senjata Nuklir

0
Beberapa pembicara AS dan Rusia, Selasa (23/6) memberi sinyal adanya kemajuan dalam perjanjian pengurangan senjata nuklir yang akan berakhir Februari 2021. Akan tetapi ada rintangan yang cukup besar - termasuk penolakan China dilibatkan dalam perundingan tersebut. Isu dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Penting tahun 2010 atau START (Strategic Arms Reduction Treaty) terkait jalan untuk membatasi jumlah hulu pecah nuklir yang sudah terpasang, yang dimiliki AS dan Rusia, besar kekuatan nuklir terbesar di negeri. Perunding AS Marshall Billingslea mengucapkan diskusi kelompok kerja itu kira-kira berlangsung hingga akhir Juli atau awal Agustus 2020, untuk menelungkupkan jalan bagi kemungkinan putaran ke-2 perundingan di Wina. “Pembicaraan dengan Russia sangat produktif dan terlihat landasan bersama yang cukup kuat untuk menjamin pembentukan beberapa kaum kerja teknis, untuk merinci barang apa yang dikehendaki dalam perjanjian pengaruh senjata trilateral di masa ajaran, ” ujarnya. Namun, ada kurang poin penting yang masih mengganjal. Amerika menginginkan kesepakatan baru untuk membatasi program nuklir China – termasuk semua senjata nuklir, tidak hanya senjata strategis. China, yang hanya punya sedikit senjata nuklir dibanding Amerika dan Russia, berulang kali menolak ikut dalam perembukan. Perbedaan antara Washington dan Beijing minggu ini tampak dalam bentrokan posting di Twitter dan perkataan resmi oleh kedua belah pihak. Rusia menyatakan kekuatan nuklir yang lain, termasuk Perancis dan Inggris, sepatutnya ikut secara sukarela dalam perhimpunan mendatang. Delegasi Rusia, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov juga mencatat kemajuan pada Wina, tapi mengatakan masih tersedia "perbedaan besar" yang belum terselesaikan. Pertemuan di ibukota Austria itu baru pertama kali diadakan antara Amerika dan Russia mengenai senjata nuklir, setelah tertunda lebih dibanding satu tahun. Presiden Donald Trump menarik diri dari sejumlah perjanjian dengan Rusia, termasuk tentang benar mengadakan penerbangan diatas kawasan masing-masing atau overflight, dan tentang senjata nuklir jarak menengah. Perjanjian START yang baru dapat diperpanjang lima tahun lagi, jika kedua bagian setuju. Para ahli menyatakan ini dapat membuka jalan untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas & ketat. Tanpa perjanjian itu, Amerika dan Rusia tidak akan memiliki batasan yang pasti tentang senjata nuklir yang boleh dimiliki. [mg/ii]#@@#@!!

Amnesty Minta Pemerintah Bebaskan Tahanan Kebijakan Papua

0
Amnesty Internasional Nusantara mendorong pemerintah untuk membebaskan benduan politik Papua yang sebagian tumbuh dituding makar.

WHO Desak Para Pemimpin Dunia Bersatu Atasi Virus

0
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Senin memperingatkan ancaman terbesar dari pandemi Covid-19 bukanlah virus corona itu sendiri tetapi "kurangnya solidaritas global" dalam menghadapinya.

Ibukota AS Dibuka Kembali, Warga Washington DC Tetap Berhati-hati

0
Ibukota AS perlahan-lahan melonggarkan karantina provinsi COVID-19 ketika sejumlah bisnis dengan tidak esensial mulai dibuka kembali bagi penduduk setempat dan para wisatawan.  Wharf, wilayah sandaran yang populer di sekitar Kali Potomac, biasanya penuh dengan para wisatawan dan penduduk lokal Washington DC sebelum pandemi melanda GANDAR. Pada minggu terakhir Juni tersebut, ibukota negara Amerika itu perlahan mulai melonggarkan karantina wilayah yang mana orang-orang kembali beraktivitas - meskipun tidak ada kerumunan dan tamu tetap berhati-hati. Eva, salah seorang warga DC yang berprofesi pada bidang kesehatan mental mengemukakan, “Kemungkinan sejumlah orang masih dalam posisi sakit dan infeksi gelombang ke-2 dapat terjadi. Saya juga benar-benar ingin memastikan adanya peluang ekonomi bagi mereka yang layak buat mendapatkan dan membutuhkannya. Jadi, tersebut merupakan campuran dari sejumlah kepentingan. " Pada tanggal 17 Juni lalu, Walikota DC Muriel Bowser mengemukakan setelah 13 hari level penyebaran virus pada komunitas menemui penurunan, ia berharap ibukota Amerika itu dapat beralih ke fase kedua pembukaan kembali pada keadaan Senin (22/6). Itu akan menguatkan sekitar 50 orang pelanggan sekali lalu masuk ke toko- toko ritel yang tidak esensial, restoran & tempat ibadah, karena tempat-tempat tersebut diperbolehkan kembali beroperasi dengan 50% kapasitas. “Tahapan yang kita sampai sudah berada pada angka dengan positif dan juga kapasitas servis kesehatan yang memadai. Selain itu, kita sedang mengarah pada usaha contact tracing yang baik, ” ujarnya. Michael Obindu, seorang awak asal Nigeria yang baru sekadar lulus dari Howard University secara gelar Master di bidang keuangan merasa bersyukur. Ia mengungkapkan situasi tersebut setelah tiga bulan menjalani karantina wilayah yang diberlakukan dengan ketat ketika banyak bisnis ditutup dan meroketnya tingkat pengangguran. “Saya menyadari kita belum berada pada situasi yang aman tapi kenyataannya kita akan menuju ke sana. Saya sangat berharap bagi orang-orang seperti saya, lulusan baru, untuk dapat pekerjaan dan hal-hal terkait lainnya, ” kata Obindu. Khalid Benghallem dari Florida berangkat ke Washington D. C bersama keluarganya dan menyatakan tidak biasanya melihat kota itu sepi, terutama pada musim panas. “Saya terbiasa secara DC yang sibuk dengan keramaian orang-orang. Ketika memasuki kota tersebut, tidak beberapa orang terlihat. Sebenarnya, kami merasa aman, terutama dengan kejadian yang terjadi di Florida, lonjakan infeksi yang tinggi. Di sini, semua orang mengenakan masker pelindung dan menjaga jarak satu cocok lain. Hal yang sangat baik. ” Hannah, putri Benghallem pertama saja menyelesaikan tahun pertamanya serta seperti kebanyakan siswa lainnya, serupa beralih melakukan aktivitas belajar secara online dalam beberapa bulan final. Hannah merasa kesepian belajar lantaran rumah yang tidak sama secara belajar secara tatap muka pada ruang kelas. Sementara itu, sebanyak orang tampak lebih berani keluar rumah untuk menikmati cuaca ikrab, namun sebagian besar masih mengambil tetap tenang dan berhati-hati, tidak yakin dengan apa yang akan terjadi dalam pandemi tersebut. [mg/ii]#@@#@!!

Imam Masjid di California: “Thank God for the Coronavirus”

0
Seorang iman di sebuah masjid di California membuat judul menggelitik dalam khotbah Jumatnya: “Thank God for the coronavirus. ” Titel itu memicu perbincangan, terutama itu yang mempertanyakan eksistensi Tuhan di dalam saat mereka menghadapi wabah virus corona, dan apa peran Tuhan dalam wabah ini.

Kesibukan Komunitas di Virginia Bantu Bank Makanan Lokal Bagikan Sumbangan

0
Dengan melonjaknya nilai pengangguran terkait COVID-19 hingga jutaan di AS, jumlah warga dengan tidak dapat membeli kebutuhan dasar sehari-hari juga meningkat. Di Fairfax County, wilayah setingkat kabupaten, dalam Virginia, suatu kegiatan amal semasa dua hari mempersatukan para anggota masyarakat setempat untuk menyumbang sasaran bagi fakir miskin dan itu yang kelaparan di daerah tersebut. Dua kali dalam setahun, Kabupaten Fairfax mengeluarkan seruan bagi donatur untuk memenuhi dapur-dapur umum dalam LSM-LSM setempat, sebagai bagian sejak kegiatan pengumpulan bahan makanan ‘Stuff the Bus. ’ Bus-bus diparkir di berbagai lokasi untuk menggabungkan beragam jenis makanan yang disumbangkan. Seorang donatur mengemukakan, "Menurut hamba ini gagasan yang hebat. Saat ini bukan masa yang mudah serta kita perlu menolong satu sebanding lain. " Seorang lainnya memasukkan, "Luar biasa sekali menyaksikan semua bahan kebutuhan pokok ini disampaikan ke begitu banyak orang yang membutuhkan. Lihat terutama di sudut ini dan lihat begitu banyak orang yang telah menyumbang. Benar inspiratif dan mengagumkan. " Sebab pandemi virus corona, permintaan akan makanan mencapai jumlah terbanyak semasa ini dari orang-orang yang kehilangan pekerjaan dan kaum miskin. Para-para penerima bantuan sangat menghargai upaya-upaya ini. Jane, salah seorang penyambut bantuan bahan makanan itu menyatakan, "Mereka memberikan makanan kalengan, buah-buahan, sayuran, sereal, berkotak-kotak kue dan barang-barang lain seperti itu. Kita dapat datang seminggu sekali serta pada Sabtu terakhir setiap kamar mereka membagikan sayuran segar. Kita dapat memperoleh bahan makanan sebati banyaknya jumlah anggota keluarga kita. " Selama sembilan tahun, gerakan "Stuff the Bus" telah menjelma kegiatan dua kali setahun untuk menggalang bahan makanan bagi LSM-LSM untuk didistribusikan. Tahun ini, pemberian itu akan dibagikan kepada 10 LSM di Kabupaten Fairfax. Karena pandemi, banyak orang kehilangan pekerjaan dan mereka perlu makan. Oleh karena itu bagi mereka yang tidak kematian pekerjaan, kegiatan amal ini boleh merupakan hal yang tepat dikerjakan. Fairfax adalah salah satu kabupaten terkaya di Amerika. Apa yang tampak dalam kegiatan amal itu merupakan bukti luasnya dampak virus corona sehingga pengangguran dan kenistaan makanan juga dirasakan di kian. [uh/ab]#@@#@!!

KontraS Sesalkan Persekusi yang Terjadi pada Pidie Jaya

0
Komisi untuk Orang Hilang serta Korban Tindak Kekerasan (KontraS) benar menyayangkan persekusi dan main hakim sendiri yang dilakukan sejumlah warga terhadap seorang wanita yang terperangkap basah melakukan pencurian di Pasar Ulee Gle Pidie Jaya, Aceh. Polisi diminta mengusut kasus persekusi tersebut.

Pepsico Ganti Nama Produk Aunt Jemima

0
Pepsico's Quaker Oats, perusahaan pembuat sirup serta campuran tepung panekuk Aunt Jemima, Rabu (17/6) mengumumkan perubahan nama produknya, dan sekaligus mengakui penamaan keluaran itu sebelum ini didasarkan dalam "stereotip ras". Dalam keterangan pers, Wakil Presiden sekaligus Kepala Pemasaran Quaker Oats Foods Amerika Melahirkan, Kristin Kroepfl menyatakan, “Selama bertahun-tahun upaya telah dilakukan untuk menyilih merek itu dengan sejumlah cara yang pantas dan menghargai, ana menyadari perubahan itu belum lulus. " Perusahaan yang berusia 130 tahun itu pada kemasannya menampilkan perempuan kulit hitam bernama Aunt Jemima, yang berpakaian seperti layaknya seorang penyanyi. Gambaran pada paket itu berubah dari waktu ke waktu, dan dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan Quaker Oats berusaha memperbaharui citra itu dengan bertambahnya kritik yang terus berkembang bahwa merek Aunt Jemima turut mendokumentasikan stereotip rasis yang berasal dari zaman perbudakan. [mg/ii]#@@#@!!

UNHCR: Ratusan Ribu Pengungsi Suriah dalam Kesulitan akibat Pandemi

0
Badan pengungsi PBB, UNHCR melaporkan ratusan ribu pengungsi Suriah di negara-negara tetangga yang memberi suaka, dalam kesulitan karena kemerosotan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Lima negara, Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, dan Turki menampung lebih dari lima setengah juta warga Suriah, kelompok pengungsi terbesar di dunia. Banyak pengungsi hidup di bawah garis kemiskinan serta kesulitan mencari nafkah. Badan pengungsi PBB melaporkan semakin banyak pengungsi kehilangan penghasilan kecilnya karena kemerosotan ekonomi yang disebabkan pandemi COVID-19, yang memaksa mereka mengambil langkah drastis untuk bertahan hidup. Juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic, mengatakan kepada VOA, rumah tangga yang dikepalai perempuan, anak-anak yang tidak didampingi atau dipisahkan dari orangtua mereka, penyandang cacat dan lanjut usia sangat rentan. “Risiko dieksploitasi dan dilecehkan bagi orang-orang dalam situasi seperti itu sangat serius. Kami sangat prihatin tentang itu. Kami memiliki bukti bahwa orang-orang mencoba untuk tidak makan pada waktu makan, sehingga bisa bertahan lebih lama. Mereka mungkin tidak minum obat, segala upaya dilakukan untuk berhemat, ” ujarnya. UNHCR melaporkan, sembilan dari sepuluh pengungsi Suriah di wilayah itu tinggal di kota atau desa dan tidak di kamp. Mahecic mengatakan, sebagian besar tinggal di daerah berpenghasilan rendah di mana mereka bersaing dengan penduduk setempat untuk mendapat pekerjaan dengan keterampilan rendah. Juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic menambahkan, “Rumah-rumah tangga pengungsi terbebani hutang tambahan dan mereka tidak mampu membayar sewa lagi. Risiko-risiko perlindungan serius juga meningkat, termasuk risiko pekerja anak-anak, kekerasan berdasar gender, pernikahan dini dan bentuk-bentuk eksploitasi lainnya. ” Selain keluarga yang sudah diketahui rentan, Mahecic mengatakan dampak pandemi membuat two hundred. 000 pengungsi lainnya memerlukan bantuan darurat. Ia mengatakan UNHCR menyediakan uang tunai darurat untuk mendukung beban pengungsi tambahan di lima negara suaka. [ps/my]#@@#@!!

Vila Sakit Pakistan Kewalahan Akibat Covid-19

0
Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa sistem layanan kesehatan tubuh Pakistan hampir ambruk karena tekanan akibat pandemi virus corona. Tulisan kabar AS itu menyatakan, rumah-rumah sakit telah menggunakan seluruh kapasitas mereka dan sebagian “hanya mengunci pintu, memasang tanda bertuliskan panti sakit penuh. ” The New York Times melaporkan personel medis di garis depan “jatuh sakit dalam jumlah yang mengkhawatirkan” dan juga mengalami serangan fisik sebab “keluarga yang putus asa serta marah, ” berang oleh informasi kematian keluarga mereka atau hati karena mereka tidak bisa segera mendapatkan jenazah anggota keluarga itu. Para pejabat di Pakistan memperkirakan kasus Covid-19 terkonfirmasi di negara itu dapat mencapai hingga satu, 2 juta pada akhir Juli, sehingga mendesak rakyat agar mematuhi dengan ketat pedoman keselamatan buat membantu mengubah laju penambahan kasus-kasus baru. Jumlah kasus di negeri itu telah melampaui angka 140 ribu, dengan 2. 700 janji, sejak akhir Februari sewaktu pandemi virus corona tiba di negara Asia Selatan berpenduduk 220 juta orang itu. Covid-19 membubung terutama sejak bulan lalu, sewaktu PM Imran Khan melonggarkan berbagai restriksi terhadap aktivitas komersial dan umum untuk membantu memulihkan mata pencaharian jutaan keluarga miskin di negeri itu. [uh/ab]#@@#@!!