Saturday, January 29, 2022
Home Blog Page 73

Sri Mulyani: Pemerintah Berusaha Hindari Resesi

0
Pemerintah berupaya mencegah agar perekonomian Indonesia tidak jatuh dalam resesi karena wabah virus corona. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan skenario terburuk adalah perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi dalam dua kuartal beruntun mulai dari April-Juni. Sri Mulyani mengatakan, Selasa (14/4), skenario terburuknya, dengan mengasumsikan wabah akan berlangsung lebih lama, adalah produk domestik bruto akan menyusut sebesar 2 persen pada kuartal kedua, disusul dengan kontraksi berikutnya pada kuartal ketiga. “Dua kali kontraksi dan kita akan memasuki masa resesi. Kami berjuang agar hal ini tidak terjadi, ” katanya dalam konferensi pers. Dia sebelumnya mengatakan asumsi dasar untuk pertumbuhan PDB 2020 adalah 2, 3 persen. [ft/au] Â

Angin besar Tewaskan 6 Orang di Arah Tenggara AS

0
Tersangkut kuat yang bergerak melintasi periode tenggara AS pada hari Minggu (12/4) menewaskan sedikitnya enam orang. Badai ini membawa hujan lebat dan angin kencang, dengan sebanyak tornado di Mississippi dan Louisiana. Enam orang diberitakan tewas dalam Mississippi, di mana Gubernur Tate Reeves mengatakan, “Ini bukan yang diinginkan siapapun dalam merayakan Paskah. ” Ancaman meluas ke pokok timur hari Senin (13/4). Biro Cuaca Nasional kembali memperingatkan potensi tornado kuat, angin yang merusak dan banjir bandang. [uh/ab]#@@#@!!

Bank Dunia Perkirakan Asia Selatan Bersahaja Kondisi Ekonomi Terburuk dalam 40 Tahun

0
India dan negara-negara Asia Daksina lainnya mungkin akan mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi terburuk dalam empat dekade terakhir pada tahun. Kemajuan yang buruk tersebut merupakan kelanjutan dari adanya pandemi corona, sekapur Bank Dunia pada hari Minggu (12/4). Wilayah Asia Selatan, yang terdiri dari delapan negara, prospek akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi 1, 8% hingga 2, 8% di dalam tahun ini. Padahal proyeksi yang dilakukan pada enam bulan dengan lalu menunjukkan pertumbuhan di provinsi tersebut bisa mencapai 6, 3%, kata Bank Dunia dalam petunjuk bertajuk South Asia Economic Focus. Ekonomi India diperkirakan akan tumbuh sekitar 1, 5% hingga dua, 8% pada tahun fiskal dengan dimulai pada 1 April. Sementara pada tahun fiskal yang sudah pada 31 Maret, Bank Negeri memperkirakan pertumbuhan India mencapai 4, 8% hingga 5%. "Rebound dengan terjadi pada akhir 2019 telah diambilalih oleh dampak negatif daripada krisis global, " kata masukan Bank Dunia. Selain India, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sri Lanka, Nepal, Bhutan dan Bangladesh juga akan mengalami penurunan pandai. Tiga negara lain -Pakistan, Afghanistan dan Maladewa- diperkirakan akan menetes ke dalam resesi, Bank Negeri mengatakan dalam laporan itu berdasarkan data hingga tanggal 7 April. Langkah-langkah yang diambil untuk melawan virus corona telah mengganggu pertalian pasokan di seluruh Asia Daksina, yang telah mencatat lebih dibanding 13 ribu kasus sejauh ini -masih lebih rendah daripada banyak bagian dunia. Karantina wilayah (lockdown) di India yang melibatkan satu, 3 miliar orang juga menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Selain itu juga mengganggu bisnis gede dan kecil, dan memaksa sejumlah besar pekerja pindah dari tanah air ke rumah mereka di desa-desa. Jika terjadi karantina wilayah yang berkepanjangan dan luas, laporan tersebut memperingatkan skenario terburuk bahwa seluruh wilayah akan mengalami kontraksi ekonomi tahun ini. Untuk meminimalkan buah ekonomi dalam jangka pendek, Bank Dunia menyerukan negara-negara di zona tersebut untuk mengumumkan langkah-langkah fiskal dan moneter lebih banyak. Situasi itu dilakukan untuk mendukung pekerja migran yang menganggur, serta kontraksi utang untuk bisnis dan pribadi. India sejauh ini telah meluncurkan rencana ekonomi senilai AS$23 miliar untuk menawarkan transfer tunai langsung ke jutaan orang miskin yang terkena dampak karantina wllayah. Pemerintah Pakistan juga telah mengumumkan dasar AS$ 6 miliar untuk menunjang perekonomian. “Prioritas bagi semua negeri Asia Selatan adalah untuk membekukan penyebaran virus dan melindungi anak buah mereka, terutama yang termiskin,, ” kata pejabat senior Bank Dunia, Hartwig Schafer. [ah] Â

Rusuh di Penjara Iran Terkait Virus Corona

0
Kerusuhan di penjara dalam Iran akibat kekhawatiran para benduan terhadap penularan virus corona pada penjara-penjara yang sesak akhirnya pecah menjadi kekerasan dalam beberapa pasar ini. Dalam pernyataan hari Kamis (9/4), organisasi hak asasi pribadi yang berbasis di London, Amnesty International, mengutip sumber-sumber yang "bisa dipercaya" yang mengatakan pasukan kesejahteraan Iran telah membunuh puluhan narapidana yang melancarkan protes dan makan ratusan lainnya di tiga penjara Iran sejak akhir Maret. Â Amnesty mengatakan, para tahanan itu melancarkan protes karena pihak berkuasa menolak membebaskan mereka untuk tatkala guna mengurangi risiko tertular virus tersebut di dalam kompleks penjara dengan padat dan kotor. Iran belum merilis data tentang kasus virus corona dalam penjara, tetapi pemrakarsa HAM mulai melaporkan wabah pada beberapa penjara besar pada awal Maret.[ka/ah]#@@#@!!

Gedung Putih Minta Tidak Ada Tagihan bagi Pasien COVID-19

0
Gedung Putih mengatakan, Kamis (9/4), rumah-rumah sakit dengan mengambil bantuan dari stimulus $2 triliun harus setuju untuk tidak mengirim tagihan medis yang "mengejutkan" kepada pasien yang dirawat sebab COVID-19. Tagihan kejutan biasanya terjadi ketika seorang pasien dengan asuransi kesehatan dirawat di ruang panas darurat, atau pada saatdokter, di luar jaringan asuransi itu, membantu sesuai prosedur rumah sakit. Dakwaan itu bisa berjumlah ratusan hingga puluhan ribu dolar. Sebelum pagebluk virus corona, anggota Kongres telah berjanji untuk membatasi praktik tersebut, tetapi prospek undang-undang tersebut sekarang tampaknya sangat tidak pasti. "Pemerintahan Trump berkomitmen memastikan semua orang Amerika tidak dikejutkan oleh bea terkait pengetesan dan perawatan yang mereka butuhkan untuk COVID-19, " kata juru bicara Gedung Suci Judd Deere dalam pernyataan. Program Undang-Undang stimulus itu termasuk $100 miliar untuk sistem perawatan kesehatan tubuh, guna meringankan krisis uang tunai akibat pembatalan massal prosedur elektif dalam persiapan untuk menerima penderita virus corona. Pengucuran $ 30 miliar pertama, untuk rumah-rumah kecil, diperkirakan segera. Larangan tagihan mendadak itu akan melindungi pasien dengan ditanggung program pemerintah, asuransi kongsi atau asuransi yang dibeli tunggal.[ka/ft]#@@#@!!

Walaupun Wabah Corona, 50 Ribu Pekerja Berencana Demo Tolak RUU Cipta Kerja

0
Konfederasi Konsorsium Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan mengerahkan 50 ribu di Jabodetabek untuk berdemo di Jakarta jika DPR dan pemerintah ngotot mempercakapkan omnibus law RUU Cipta Kerja. Wabah COVID-19 tampaknya tak menyurutkan niat itu.

Institut Mosintuwu Buat Posko Informasi Covid-19 di 45 Desa di Sulteng

0
Institut Mosintuwu membuat posko informasi Covid-19 di sejumlah desa di Kabupaten Poso, Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong. Inisiatif itu bertujuan untuk memudahkan penyebaran informasi tentang virus corona kepada warga pedesaan. Informasi juga disampaikan dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Pasca Meninggalnya Bupati Morowali Utara, Wartawan Lakukan Isolasi Mandiri

0
Meninggalnya Bupati Morowali Utara Atripel Tumimomor akibat virus corona pada 2 April 2020 membuat cemas para wartawan yang meliput pekerjaan Atripel. Setidaknya ada sepuluh jurnalis yang mengaku sempat bertemu Atripel, sebelum dia dirujuk ke rumah sakit di Makassar,  Sulawesi Selatan.

Karakter Tentara di Baris Depan Pengerjaan Wabah Corona

0
Di banyak negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk menekan penularan virus corona (COVID-19), prajurit juga ikut sibuk patroli menyoroti pelaksanaan pembatasan akses itu.  Meski Indonesia tak menerapkan lockdown, bukan berarti peran tentara minimal.

Trump: AS Hadapi Pekan-pekan Terberat, mau Ada “Banyak Kematian”

0
Presiden AS Donald Trump, Sabtu (4/4), mengatakan AS akan memasuki apa yang dikatakannya sebagai minggu-minggu "terberat" sementara kasus virus corona melonjak di seluruh negara itu. Dia memperingatkan negara-negara bagian buat tidak melebih-lebihkan kebutuhan akan unit medis yang sangat penting. "Akan ada banyak kematian, sayangnya. Akan ada kematian, " kata Trump ketika mengawali pengarahan hari Sabtu (4/4) mengenai pandemi itu. Trump didampingi oleh Wakil Presiden Mike Pence, Pemimpin Satuan Petugas Virus Corona Dr Deborah Birx, dan Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka AS. Pada Sabtu (4/4), AS mencatat lebih dari 300 seperseribu kasus virus corona, dan total kematian naik menjadi 8. 100. Lebih dari 3. 500 antaralain ada di negara bagian New York.  Trump juga mengatakan pemerintah AS akan mengerahkan ribuan personil militer ke berbagai negara bagian untuk membantu menangani epidemi virus korona. "Kami akan menaikkan militer dalam jumlah sangat gembung untuk membantu, " kata Trump. Dia menambahkan bahwa 1. 000 personil militer dikirim ke New York City, termasuk para sinse dan perawat militer. [vm/ft] Â