Pameran Natal Terkenal di Vatikan Dibuka untuk Umum

0
77

Pameran tradisional, “100 Nativity Scenes” (“100 Diorama Gua Natal”), yang kini telah memasuki edisi ke-45, menyatukan representasi diorama gua Natal dari Italia dan 15 negara lainnya, termasuk Jerman, Peru, Indonesia, dan Amerika Serikat.

Pengunjung berduyun-duyun untuk melihat semua jenis gua Natal dari gaya tradisional Napoli hingga yang lebih tidak biasa. Satu dibuat di garasi bus di Roma tahun 1980-an, sedangkan yang satu dibuat di mesin kopi espresso. Namun yang paling menarik perhatian anak-anak adalah gua Natal yang terbuat dari 100 kg balok cokelat yang dibuat oleh para biarawan dari ordo Trappist.

Resep pembuatan coklat tertua di Roma yang dibawa oleh para biarawan Trappist dari Perancis dan Belanda ini tidak berubah sejak tahun 1884.

Ivan Ricupero adalah imam kurator pameran. Dikatakannya, setiap tahun pameran 100 gua Natal selalu menghadirkan sesuatu yang baru karena peserta pameran selalu merupakan seniman baru yang memajang karyanya. “Tampilan baru tahun ini adalah diorama gua Natal yang terbuat dari cokelat, yang merupakan gua istimewa yang belum pernah kami tampilkan sebelumnya. Di tahun-tahun sebelumnya kami memamerkan diorama kelahiran yang terbuat dari pasta, nasi, atau bahan makanan lainnya, tetapi ini adalah tahun pertama kami menampilkan diorama yang terbuat dari cokelat.”

Diorama terbuat dari berbagai bahan: selain kayu yang lebih tradisional, plester, kain, gabus, tanah liat dan polistiren, ada juga gua Natal yang terbuat dari karang dan bagian arloji.

“Ini selalu merupakan kesempatan bagus untuk mengirim pesan harapan kepada pengunjung. Ini tidak diadakan seperti pameran-pameran lama lainnya, karena niat kami tidak hanya untuk menampilkan pameran sederhana tetapi juga melalui gua Natal ini kami ingin menyampaikan pesan harapan, kejutan yang Tuhan berikan kepada manusia melalui Yesus,” tambah Romo Ricupero.

Di Italia, menampilkan hiasan diorama gua Natal, yang merupakan representasi miniatur tradisional dari kelahiran Yesus, adalah tradisi keluarga.

Keluarga di Italia menghabiskan berhari-hari dan berminggu-minggu menjelang Natal membangun miniatur gua buatan sendiri, terutama di selatan negara itu.

Tradisi tersebut diturunkan oleh Santo Fransiskus dari Assisi yang pada awal abad ke-13 kembali dari Palestina dan terinspirasi oleh kunjungannya ke Betlehem untuk menghidupkan kembali makna kelahiran Yesus.

Pada tahun 1223, ia menciptakan kandang Natal pertama di sebuah desa kecil di Italia tengah, lengkap dengan hewan hidup. Gereja kemudian mengadopsi praktik tersebut, menempatkan patung-patung yang diukir dari bahan-bahan lokal yang disusun untuk mencerminkan pemandangan di sekitar mereka.

Uskup Agung Rino Fisichella, presiden Dewan Kepausan untuk Evangelisasi Baru adalah penasihat untuk menyelenggarakan pameran. “Seratus diorama Kandang Natal di Vatikan ini adalah tanda khusus dari apa yang sedang kita alami saat ini tetapi dengan harapan. Adegan kelahiran memberi tahu kita bahwa Tuhan telah datang di antara kita untuk membantu kita masing-masing mengatasi kesulitan. Dia datang dan lahir di sebuah gua. Dia lahir dalam kemiskinan tetapi dia telah membuat kita semua kaya dan layak menjadi anak-anak Tuhan. Jadi siapa pun yang mendekati palungan sekarang harus melakukannya dengan harapan tinggi karena di sinilah letak semua harapan untuk masa depan kita.”

Pameran akan berlangsung hingga 9 Januari 2022. [lt/ab]