Pengacau Yaman Akui Picu Kebakaran di Fasilitas Penahanan Migran

0
431

Para-para pemberontak Houthi akhirnya buka suara pada Sabtu (20/3) mengenai penyebab kebakaran dengan menghancurkan sebuah pusat pengurungan migran awal bulan tersebut. Peristiwa tersebut menewaskan setidaknya 45 orang, kebanyakan migran Etiopia.

Para pemberontak mengakui bahwa para-para penjaga menembakkan tiga tabung gas ke hangar dengan padat di Ibu Kota, Sanaa, untuk mengakhiri protes yang digelar para migran itu.

Suatu pernyataan Menteri Dalam Negeri yang dikelola pemberontak mengatakan sedikitnya 11 laki-laki sebab pasukan keamanan ditahan karena insiden itu, serta sebanyak pejabat senior yang bakal disidang di pengadilan.

Komunitas migran dalam Sanaa telah menyerukan pengkajian internasional atas tragedi itu, tuntutan yang didukung kelompok-kelompok internasional.

Kira-kira 900 migran, kebanyakan daripada Etiopia, telah ditahan dalam fasilitas itu, termasuk lebih dari 350 di dalam hangar itu. Lokasi itu dikelola oleh Otoritas Paspor dan Naturalisasi.

Pemberontak mengatakan sedikitnya 45 orang tewas dalam kebakaran 7 Maret, kata pengacau, termasuk satu orang yang meninggal karena luka-lukanya Jumat (19/3). Lebih dari 200 lainnya terluka.

Menurut para penyintas & aktivis hak-hak asasi manusia (HAM) setempat, para migran itu berunjuk rasa dan mogok makan untuk menyalahi dugaan pelecehan dan perlakuan buruk di fasilitas pengurungan itu.

Di dalam Sabtu (20/3), para pengacau mengklaim bahwa para migran itu berunjuk rasa untuk menekan Organisasi Migran Internasional (International Organization for Migration/IOM ) untuk memindahkan mereka.

Yaman merupakan bintik persinggahan bagi puluhan ribu migran Afrika yang mencari jalan mencari kerja sebagai aparat hotel, asisten rumah tangga (ART) dan pekerja konstruksi di Arab Saudi. [ vm/ft]