Pengungsi Afghanistan Meninggalkan Pangkalan Militer AS

0
20

Beberapa pengungsi Afghanistan dilaporkan telah meninggalkan pangkalan militer AS sebelum mereka dimukimkan kembali.

Jumlah “keberangkatan sukarela,” sekitar 700 pengungsi atau mungkin lebih besar, belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun, fenomena tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di antara para pendukung imigrasi yang khawatir tentang risiko bagi warga Afghanistan yang menyerah pada apa yang sekarang merupakan proses pemukiman kembali yang terbuka, kompleks, dan sepenuhnya sukarela.

Di tengah penarikan AS yang cepat dan kacau dari Afghanistan pada Agustus setelah perang 20 tahun, banyak pengungsi dibawa ke AS dengan status sementara atas dasar “pembebasan kemanusiaan bersyarat.”

Setelah dipindahkan ke pangkalan militer AS, kelompok pemukiman kembali dan pejabat AS telah berusaha menghubungkan pengungsi ke berbagai layanan untuk kelancaran transisi ke Amerika.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menolak mengomentari angka yang diberikan kepada Reuters oleh sumber itu, tetapi mengatakan orang-orang yang telah meninggalkan pangkalan “umumnya” memiliki hubungan dengan Amerika, seperti anggota keluarga dari teman, dan sumber daya. untuk mendukung mereka.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa selain itu, pada awal operasi, banyak dari mereka yang dievakuasi adalah warga negara AS, penduduk tetap atau telah memperoleh Visa Imigran Khusus, sehingga mereka dapat dengan cepat meninggalkan pangkalan militer.

Tetapi pergi lebih awal dapat membahayakan manfaat penting lainnya dari pengungsi Afghanistan seperti izin kerja yang dipercepat – dan menciptakan banyak masalah hukum di masa depan, mengingat rumitnya sistem imigrasi AS. [my/pp]