Permintaan Rasisme di Kerajaan Inggris Picu Debat Terkait Zaman Depan Persemakmuran

0
431

Perdebatan seputar masa depan Persemakmuran ( Commonwealth ) & hubungan dengan Inggris secara bekas koloni-koloninya telah dipicu oleh klaim rasisme di dalam keluarga kerajaan.

Hal itu menyusul wawancara televisi pada bulan ini oleh Pangeran Harry & istrinya Meghan dengan tipu media Oprah Winfrey.

Pasangan itu mengutarakan, seorang anggota keluarga kerajaan, yang tidak mereka sebutkan namanya, telah mempertanyakan warna kulit putra mereka Archie sebelum lahir.

Meghan lahir dari ibu seorang kulit hitam dan ayah berkulit putih.

Pasangan itu menetapkan untuk mundur dari tugas-tugas kerajaan tahun lalu. Mereka juga menyebut kebutuhan buat tidak diganggu oleh pers di tengah-tengah klaim kalau liputan media yang negatif tentang Meghan bermotif rasial.

Persemakmuran terdiri dari 54 negara bekas koloni Inggris dan Ratu Elizabeth adalah pemimpinnya.

Barbados, salah kepala dari negara anggota Persemakmuran, sudah merencanakan untuk menjatuhkan Ratu sebagai kepala negeri tahun ini.

Bereaksi terhadap wawancara Harry dan Meghan, mantan perdana menteri Australia, Malcolm Turnbull, menegaskan kembali seruannya supaya Australia meninggalkan monarki Inggris sebagai kepala negara. Turnbull semenjak lama ingin memutuskan hubungan dengan keluarga kerajaan.

Juga pemimpin antitesis Kanada Jagmeet Singh mengucapkan kepada reporter, “Saya tak melihat manfaat dari kehadiran monarki dalam kehidupan masyarakat Kanada. ”

Ratu Elizabeth terakhir kali mengunjungi Nigeria, anggota Persekutuan negara kulit hitam dengan populasi terbanyak, pada 2003. Idayat Hassan adalah kepala Center for Democracy and Development di Abuja, dan dalam wawancara dengan VOA mengatakan, klaim bahwa tersedia rasisme di dalam keluarga negeri merupakan hal mengagetkan.

Kata Hassan, penuh warga Nigeria berpendapat kalau perkawinan Harry dan Meghan justru mengantar sebuah bagian baru.

Di sebuah pernyataan setelah ramah, keluarga kerajaan mengatakan, itu akan menanggapi klaim Harry dan Meghan secara mati. [jm/pp]