Plastik dari Kapal Terbakar Kotori Pantai Sri Lanka

0
199

Berton-ton butiran plastik yang hangus dari sebuah kapal kontainer yang terbakar hanyut dan terdampar di pantai dekat ibu kota Sri Lanka pada hari Jumat (28/5), sementara upaya internasional buat menyelamatkan kapal tersebut memasuki hari kesembilan.

Asap hitam tebal membubung dari MV X-Press Pearl yang berbendera Singapura. Kapal tersebut berlabuh di luar pelabuhan Kolombo, meningkatkan kekhawatiran kapal itu dapat pecah dan menumpahkan 278 ton minyak di bunkernya.

Personel angkatan laut dengan baju APD khusus dikirim untuk membersihkan jutaan butiran plastik yang bercampur dengan minyak yang terbakar dan residu lainnya yang memenuhi pantai Negombo, 40 kilometer sebelah utara ibu kota.

Pantai yang dicemari plastik tersebut, yang biasanya dikunjungi melimpah turis dan dikenal sebagai pusat perikanan, dinyatakan ditutup. Kapal kontainer yang masih berasap itu terlihat pada cakrawala.

Asap mengepul dari api di atas kapal kontainer MV X-Press Pearl di laut lepas Pelabuhan Kolombo saat penduduk desa mendorong kargo yang tumpah darinya di pantai di Ja-Ela, Sri Lanka 26 Mei 2021. (Foto: Reuters)

Asap mengepul dari api pada atas kapal kontainer MV X-Press Pearl di laut lepas Pelabuhan Kolombo ketika penduduk desa mendorong kargo yang tumpah darinya di pantai di Ja-Ela, Sri Lanka 26 Mei 2021. (Foto: Reuters)

Buldoser mengangkut berton-ton politen yg berasal dari sedikitnya delapan peti kemas yang jatuh dari kapal itu hari Selasa (25/5).

Para pejabat mengatakan kapal itu diketahui mengangkut sedikitnya 28 peti kemas berisi butiran plastik yang dipakai sebagai bahan baku industri pengemasan.

Kebakaran terjadi pada 20 Mei sewaktu kapal itu antre masuk ke pelabuhan Kolombo.

Kapal tersebut juga mengangkut 25 lot asam nitrat, etanol serta pelumas yang tidak diketahui beratnya di 1 ) five hundred kontainer.

Pihak berwenang meyakini kebakaran itu disebabkan dengan kebocoran asam nitrat yg telah diketahui awaknya sejak 11 Mei, kata Daya Perlindungan Lingkungan Laut (MEPA) Sri Lanka.

Ketua MEPA Dharshani Lahandapura mengatakan para awak seharusnya dapat menghindari bencana itu seandainya mereka menurunkan kontainer-kontainer yang bocor atau memulangkannya ke pelabuhan asal sebelum memasuki perairan Sri Lanka.

Lahandapura mengatakan MEPA bersiap-siap menghadapi tumpahan minyak jika X-Press Gem pecah karena angin kencang telah mengobarkan api di sepanjang kapal. [uh/ab]