PM Jepang desak hubungan yang lebih hangat dengan Korea Selatan

0
69

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan kepada delegasi Korea Selatan pada hari Selasa bahwa kedua negara “tidak boleh membuang waktu lagi” untuk meningkatkan hubungan, setelah bertahun-tahun ketegangan karena masalah masa perang.

Pertemuan Tokyo adalah langkah hati-hati menuju peningkatan hubungan menjelang kunjungan Presiden AS Joe Biden dan di tengah meningkatnya ancaman keamanan regional dari Korea Utara dan China.

“Mengingat situasi internasional saat ini, di mana tatanan internasional berbasis hukum berada di bawah ancaman, sekarang adalah waktu yang tepat untuk kerja sama strategis,” kata Kishida kepada delegasi tersebut, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang.

“Kita tidak boleh membuang waktu untuk meningkatkan hubungan Jepang-Korea Selatan,” tambahnya.

Laporan media Jepang mengatakan, delegasi yang beranggotakan tujuh orang itu menyerahkan surat dari presiden terpilih konservatif Korea Selatan, Yoon Suk-yeo, kepada Kishida.

Jepang dan Korea Selatan adalah sekutu AS, tetapi hubungan mereka kadang-kadang tegang karena perselisihan tentang pemerintahan kolonial Tokyo 1910-1945 di Semenanjung Korea.

Hubungan menjadi sangat dingin di bawah presiden Korea Selatan Moon Jae-in, kata Daniel Sneider, dosen Studi Asia Timur di Universitas Stanford.

Moon “akan meninggalkan jabatannya tanpa pernah melakukan kunjungan resmi ke Jepang, dan tanpa pernah menjamu perdana menteri Jepang”, katanya kepada AFP.

Kerja sama antara kedua negara dan Amerika Serikat telah kembali menjadi fokus perhatian Korea Selatan setelah Yoon memenangkan pemilihan presiden bulan lalu yang menjanjikan kebijakan yang lebih keras terhadap Korea Utara yang memiliki senjata nuklir.

Delegasi Korea Selatan yang dipimpin oleh anggota parlemen konservatif Chung Jin-suk juga bertemu dengan menteri luar negeri Jepang dan pejabat tinggi lainnya sehari sebelumnya.

Pemerintah Korea Selatan yang akan datang “jelas ingin meningkatkan hubungan dengan Jepang,” kata Sneider.

Sneider mengatakan ada spekulasi bahwa Kishida akan menghadiri pelantikan Yoon pada 10 Mei, sesuatu yang biasa dilakukan oleh perdana menteri Jepang. [ab/uh]