Rusia Memulai Latihan Militer di Belarus, Menempatkan Kapal di Pelabuhan Krimea

0
207

Rusia, Kamis (10/2), memulai latihan militer besar-besaran selama 10 hari di wilayah Belarusia dan menutup enam kapalnya di pelabuhan strategis Laut Hitam. Langkah tersebut mendapat teguran keras dari pejabat Ukraina, yang mengatakan tindakan Moskow telah semakin meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Manuver Rusia di Belarus melibatkan ribuan tentara dan sistem senjata canggih seperti rudal permukaan-ke-udara S-400, sistem pertahanan udara Pantsir dan jet tempur Su-35, dengan beberapa latihan hanya 210 kilometer di utara ibukota Ukraina, Kyiv.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan enam kapal tiba di pelabuhan Sevastopol di Krimea, yang dicaplok Moskow dari Ukraina pada 2014. Kapal-kapal itu telah menempuh perjalanan 13.000 kilometer dari Laut Baltik untuk memulai latihan angkatan laut. Kapal-kapal tersebut dirancang untuk menjatuhkan pasukan, kendaraan, dan material ke darat.

Para pejabat di Moskow dan Minsk mengatakan pasukan Rusia akan ditarik dari Belarus tak lama setelah latihan berakhir 20 Februari. Namun para pejabat Barat tetap khawatir pasukan itu dapat dikerahkan dalam invasi Rusia ke Ukraina, negara yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet, bersama dengan Rusia. 100.000 tentara Moskow telah dikerahkan di sepanjang sisi timur wilayah perbatasan antara Rusia dan Ukraina.

Pejabat Ukraina, yang meluncurkan latihan militer mereka sendiri pada Kamis (10/2), mengecam keras latihan angkatan laut Rusia yang akan datang, menyebutnya “kegiatan destruktif untuk mengacaukan situasi keamanan.” Kyiv menuduh Rusia melanggar hukum internasional dengan membatasi wilayah perairan terbuka yang luas untuk pelatihan rudal dan artileri. [my/pp]