Sekjen PBB dan Dirjen WHO Sampaikan Strategi Vaksinasi

0
15

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada hari Kamis bahwa vaksinasi Covid-19 di negara-negara berkembang dapat “berantakan” tanpa distribusi vaksin global yang lebih baik, menyebut sikap tidak berbagi vaksin yang sama “tidak bermoral” dan “bodoh”. .”

Berbicara pada konferensi pers Organisasi Kesehatan Dunia WHO, Guterres memperingatkan bahwa jika virus dibiarkan “menyebar seperti api di selatan dunia,” ada risiko mengembangkan varian yang resistan terhadap vaksin “dalam waktu dekat.”​

Sekjen PBB Antonio Guterres

Namun, dia mengakui bahwa PBB dan WHO tidak berdaya untuk memaksa perusahaan (pembuat vaksin) untuk melisensikan vaksin secara lebih luas atau memaksa negara kaya untuk mempertimbangkan kebutuhan vaksinasi negara lain.

Target Akhir Tahun WHO: 40% Warga Dunia Divaksinasi

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan peluncuran strategi untuk mencapai vaksinasi global Covid-19 pada pertengahan 2022. WHO menargetkan setidaknya 40% warga di setiap negara telah divaksinasi pada akhir 2021 dan 70% pada pertengahan 2022.

“Untuk mencapai target itu, dibutuhkan setidaknya 11 miliar dosis vaksin. Ini bukan tentang pasokan. Ini masalah alokasi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa tingkat vaksinasi saat ini “menyembunyikan ketidakadilan yang mengerikan” yang menempatkan umat manusia di “ambang kegagalan.”

Saat menjawab pertanyaan wartawan, Asisten Direktur Jenderal WHO Mariangela Simao juga mengkonfirmasi bahwa proses persetujuan untuk vaksin Sputnik V Rusia “akan dimulai kembali” setelah “ditunda karena kurangnya beberapa prosedur hukum.” [em/lt]