Tambang tua di Sudan runtuh, sedikitnya 38 orang tewas

0
87

Pihak berwenang Sudan mengatakan sedikitnya 38 orang tewas ketika sebuah tambang emas yang sudah tidak beroperasi di provinsi Kordofan Barat runtuh pada Selasa.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan pertambangan negara mengatakan runtuhnya tambang yang ditutup dan tidak berfungsi terjadi di desa Fuja, yang berjarak sekitar 700 kilometer selatan ibu kota Khartoum.

Perusahaan pertambangan memposting foto di Facebook yang menunjukkan penduduk desa berkumpul di lokasi saat setidaknya dua kapal keruk bekerja untuk mencari korban atau menemukan mayat mereka. Perusahaan mengatakan tambang itu tidak lagi berfungsi, tetapi penambang lokal masih bekerja di lokasi setelah pasukan yang menjaga lokasi meninggalkan lokasi.

Tambang di Sudan, 28 September 2011. (Foto: REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah)

Media lokal mengatakan selain korban tewas, setidaknya delapan orang terluka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Tidak disebutkan kapan tambang itu berhenti beroperasi.

Perusahaan Terbatas Sumber Daya Mineral Sudan dalam sebuah pernyataan meminta pasukan Sudan untuk mempertahankan situs tersebut untuk mencegah penambangan ilegal. Namun mereka juga meminta masyarakat sekitar untuk membantu melanjutkan aktivitas penambangan di daerah yang sempat terhenti pada 2019. Belum ada keterangan lebih lanjut terkait pernyataan tersebut.

Sudan adalah produsen emas utama dengan banyak tambang yang tersebar di seluruh negeri. Pada tahun 2020, negara Afrika Timur memproduksi 36,6 ton – terbesar kedua di benua itu. Di tengah dugaan penyelundupan emas, dalam dua tahun terakhir pemerintahan transisi di Sudan mulai mengatur industri pertambangan. [em/jm]