Tidak Ada Alasan untuk Optimisme Setelah Pembicaraan dengan AS

0
49

Kremlin mengatakan Selasa bahwa “tidak ada alasan signifikan untuk optimisme” menyusul pembicaraan Rusia-Amerika yang sangat dinanti-nantikan tentang Ukraina dan masalah keamanan lainnya. Seorang analis politik Ukraina berpendapat Rusia telah menggunakan pembicaraan untuk mencoba merusak kepercayaan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Pembicaraan itu bertujuan untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai Ukraina dan berlangsung Senin di Jenewa. Namun, hasil pembicaraan tidak memberikan tanda-tanda kemajuan segera.

Rusia bersikeras menuntut NATO menghentikan ekspansi ke timur dan bahkan menarik militer aliansi yang dikerahkan ke Eropa Timur. Tuntutan itu ditolak mentah-mentah oleh Amerika.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Selasa bahwa cara pembicaraan diadakan: “terbuka, komprehensif dan langsung,” layak mendapat penilaian positif. Tapi yang penting adalah hasilnya. “Sejauh ini, kami katakan, tidak ada alasan signifikan untuk optimisme,” kata Peskov dalam konferensi pers.

Bulan lalu, Rusia mengajukan rancangan dokumen keamanan yang menuntut agar NATO menolak keanggotaan di Ukraina dan negara-negara bekas Uni Soviet lainnya. Rusia juga meminta NATO untuk menghentikan pengerahan militer aliansi ke Eropa Tengah dan Timur.

Amerika Serikat dan sekutunya menolak untuk membuat janji seperti itu, tetapi mengatakan mereka siap untuk pembicaraan.

Tuntutan tersebut, yang ditetapkan dalam usulan perjanjian keamanan Rusia-Amerika, dan perjanjian keamanan antara Rusia dan NATO dirancang di tengah meningkatnya ketegangan atas peningkatan penempatan pasukan Rusia di dekat Ukraina. Pengerahan pasukan memicu kekhawatiran akan kemungkinan invasi.

Rusia menyangkal bahwa mereka berencana untuk menyerang tetangganya tetapi bersikeras pada jaminan hukum yang tidak akan memungkinkan ekspansi NATO dan penyebaran senjata di sana.

Peneliti senior di Institut Eropa, Pavle Sharikov percaya pada apa yang dikatakan Rusia. “Tidak ada alasan bagi Rusia untuk menyerang Ukraina. Dan secara logis dan logistik, ini adalah waktu yang sangat salah dalam setahun. Dan tidak ada tujuan geopolitik, tidak ada tujuan strategis, yang dapat dicapai Rusia dengan mencaplok wilayah Ukraina,” katanya.

Rusia telah menggunakan pembicaraan dengan Amerika untuk mencoba merusak kepercayaan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, kata analis politik Ukraina Petro Burkovskiy dari Yayasan Inisiatif Demokratik.

“Tujuan jangka panjang penting Rusia, yang juga dikejar dalam pembicaraan baru-baru ini, adalah untuk mencoba mencegah Amerika dari mempersenjatai negara-negara di Eropa tengah, utara dan timur yang bergabung dengan NATO setelah 1997 atau tidak bergabung dengan NATO sama sekali, seperti Swedia dan Finlandia. ,” kata Burkovsky.

Setelah pertemuan Rusia-Amerika Senin di Jenewa, Moskow dan perwakilan NATO diharapkan bertemu akhir pekan ini. Rusia juga akan bertemu dengan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, termasuk Amerika. [ka/ab]