Tren Persentase Kecelakaan Penerbangan Meningkat

0
113

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan jumlah penerbangan di Indonesia menurun selama pandemi COVID-19. Ia mencatat pada 2019 mencapai satu juta penerbangan, sedangkan pada 2020 sekitar 350.000 penerbangan.

Meski demikian, kata dia, jumlah penyidikan KNKT terhadap kecelakaan penerbangan pada tahun 2020 (9 penyidikan) lebih banyak dibandingkan jumlah penyidikan tahun 2019 (8 penyidikan). Atau tren kecelakaan penerbangan naik menjadi 19,4 persen pada 2020 dibandingkan 8,4 persen pada 2019.

Grafik Tren Kecelakaan Penerbangan (milik: KNKT)

“Penurunan jumlah penerbangan ini rupanya tidak sebanding dengan penurunan jumlah investigasi. Makanya kami melihat tren yang lebih tinggi pada 2020,” jelas Nurcahyo saat konferensi pers di Jakarta, Senin (20/12).

Nurcahyo juga menyoroti insiden penerbangan yang diselidiki oleh KNKT yang dimulai dengan kerusakan teknis. Namun, kata dia, pihaknya belum mengetahui penyebab kerusakan mesin akibat kejadian tersebut. Sebanyak 18 investigasi peristiwa penerbangan dilakukan KNKT pada tahun 2021 dengan rincian 9 investigasi kecelakaan dan 9 insiden serius.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (tengah) bersama jajarannya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (20/12/2021).  (VOA/Sasmito)

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (tengah) bersama jajarannya saat jumpa pers di Jakarta, Senin (20/12/2021). (VOA/Sasmito)

Ia menambahkan, pihaknya memiliki keterbatasan dalam melakukan investigasi selama pandemi COVID-19. Menurutnya, sebagian besar investigasi dilakukan secara online untuk mengurangi pertemuan dengan orang lain. Selain itu, KNKT juga belum melakukan penelitian mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap gangguan teknis di sejumlah event penerbangan.

“Lalu bagaimana dengan impor komponen yang saat ini belum kembali normal seperti sebelum pandemi. Jadi pengiriman barang yang biasanya 1-2 hari sekarang bisa 3-4 minggu. Apakah ini berpengaruh pada masalah teknis, kita belum sejauh itu,” jelas Soerjanto Tjahjono.

KNKT telah menyelesaikan 7 laporan investigasi awal dan 6 laporan investigasi insiden penerbangan. Selain itu, KNKT juga mengeluarkan 31 rekomendasi keselamatan kepada sejumlah instansi. Ini termasuk otoritas penerbangan sipil, operator pesawat, dan penyedia layanan navigasi penerbangan. Namun, 56 persen dari rekomendasi tersebut belum ditindaklanjuti.

Investigasi kecelakaan penerbangan berdasarkan TKP pada tahun 2021. (Foto: KNKT)

Investigasi kecelakaan penerbangan berdasarkan TKP pada tahun 2021. (Foto: KNKT)

Rekomendasi KNKT Perlu Diikuti

Pengamat penerbangan Alvin Lie prihatin karena masih ada 56 persen rekomendasi dari KNKT kepada sejumlah pihak yang belum ditindaklanjuti. Padahal, kata dia, rekomendasi tersebut merupakan upaya perbaikan dan pencegahan agar kecelakaan penerbangan tidak terulang kembali di masa mendatang.

Karena itu, ia mendorong KNKT untuk lebih terbuka terhadap lembaga yang tidak menindaklanjuti rekomendasi sehingga mendapat tekanan dari masyarakat.

“Diumumkan kepada masyarakat agar bisa ikut memantau. Jika pemerintah tidak menindaklanjuti, maka kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan berkurang dan mereka khawatir menggunakan angkutan umum,” jelas Alvin Lie kepada VOA, Senin (20/10). (12/12/2021) malam. [sm/em]