Tunjukkan Toleransi dan Kebersamaan, Pemuda Lintas Agama Bagikan Iftar

0
252

Kalung salib tampak tergantung di leher salah seorang pemuda bersurai gondrong, Pandu, Jumat (7/5) petang, di kawasan Tunggal Baru, jalur perbatasan Praja Solo dengan Kabupaten Sukoharjo. Pandu yang juga aktivis dari Orang Muda Katolik Hati Kudus Yesus Sukoharjo itu membagikan bungkusan kepada warga yang melintas di lokasi. Perbedaan agama tidak menghalangi niatnya berbagi dalam bulan Ramadan.

“Kami dari Orang Muda Katolik mengadakan pembagian takjil untuk saudara kami umat Muslim berbuka puasa. Kami bagikan di bundaran itu juga membantu warga dengan berbuka puasa sedang di perjalanan. Semoga dari situasi kecil ini bisa menimbulkan rasa toleransi antarumat beragama, ” ujar Pandu.

Sementara bagi Lutfhi, pemuda Muslim dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dengan ikut dalam pembagian takjil, kebersamaan berbagi antarumat mematuhi menjadi momen penting.

Perwakilan Orang Muda Katolik, Pandu (baju putih berkalung salib) membagikan takjil pada warga muslim di Solo Baru, Jalur perbatasan kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Perwakilan Orang Muda Katolik, Pandu (baju suci berkalung salib) membagikan takjil pada warga muslim dalam Solo Baru, Jalur tapal batas kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

“Ini acara pemuda lintas agama, sangat menarik seluruhnya dengan tidak melihat latar belakang agama, bergerak bersama bahu membahu membagikan takjil di bulan puasa ini. Awak berharap tidak hanya setahun sekali, setiap perayaan hari raya keagamaan melakukan gerak-gerik sosial. Saya tidak mau mengenal teman- teman sebab agama lain, daerah asing, kalau tidak bergabung pada kegiatan pemuda lintas pegangan ini, ” ungkap Luthfi.

Sekelompok pemuda lainnya yang memakai ikat kepala dan lembaran sarung mirip perayaan keagamaan dalam Bali juga turut berbagi makanan.

Selain Muslim dan Katolik, tersedia juga puluhan pemuda Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu dari Solo bersama- sebanding turun ke jalan membagikan makanan untuk berbuka puasa itu. Mereka membagikan makanan itu kepada para pengendara yang melintas di bundaran patung Pandawa Lima tempat ini, lima belas menit menjelang jam berbuka puasa.

Berbagai elemen pemuda lintas agama Solo dan Sukoharjo menggelar aksi membagikan takjil di Solo Baru, jalur perbatasan Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto: VOA / Yudha Satriawan)

Berbagai elemen pemuda lintas agama Solo dan Sukoharjo menggelar aktivitas membagikan takjil di Tunggal Baru, jalur perbatasan Kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto: VOA / Yudha Satriawan)

Penggagas kegiatan pemuda lin agama berbagi makanan berbuka puasa atau iftar ini, Agus Widanarko, mengatakan sifat pemuda ini sebagai bentuk kerukunan umat beragama. Patuh Danar, semangat toleransi harus tetap digaungkan tanpa henti.

“Kami sejak pemuda lintas enam petunjuk, Islam dari IPNU serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Kristen, dan Katolik dari Sukoharjo, sedangkan Hindu PHDI Sukoharjo dan Budha dari Solo, Konghucu dari Majelis Keyakinan Konghucu Indonesia MAKIN Solo. Mereka secara swadaya membawa dan membagikan takjil tersebut ke masyarakat. Ada yang menyumbang 50 bungkus, 25 bungkus, 100 bungkus, ” ujar Danar.

Lebih lanjut Danar mengungkapkan kegiatan sosial menjelang hari raya keagamaan akan terus dilakukan sebagai simbol kerukunan.

Sekitar 500 paket makanan itu sumbangan secara swadaya oleh para pemuda lin agama. Ada beberapa macam makanan yang dibagikan tersebut antara lain kolak, roti, minuman teh kemasan, terbengkalai sayur yang dibungkus daun jati atau nasi berkah, dan sebagainya.

Aksi para pemuda lin agama tersebut mendapat respon positif masyarakat. Salah seorang pengendara, Bambang, sambil menjatuhkan helm dan menunjukkan peci putih di kepalanya menyambut makanan itu sambil mengangkat tangan jempol tangannya. Sangat baik, tegas Bambang yang serupa warga Solo ini.

“Ini kegiatan elok sekali, sangat positif. Dapat kasih. Bagus sekali, para pemuda lintas agama. Mampu menjadi contoh untuk semua, ” ujar Bambang.

Perwakilan Orang Muda Katolik, Pandu (baju putih berkalung salib) membagikan takjil pada warga muslim di Solo Baru, Jalur perbatasan kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto : VOA/ Yudha Satriawan)

Perwakilan Orang Bujang Katolik, Pandu (baju putih berkalung salib) membagikan takjil pada warga muslim pada Solo Baru, Jalur tapal batas kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Jumat (7/5). (Foto: VOA/ Yudha Satriawan)

Masih terus berlanjutnya perebakan pandemi virus corona membina mereka masih menerapkan aturan kesehatan. Setiap peserta mematuhi masker, menjaga jarak, dan membagikan makanan dalam paket yang juga dilampirkan selembar masker.

Tampak pula menyembul sejumlah poster himbauan pada warga biar mematuhi protokol kesehatan dan larangan mudik lebaran di masa pandemi ini.

“Aksi ini juga membawa pesan pada awak terus patuhi protokol kesehatan, jangan mudik dulu. Aktivitas sosial sambil kampanye aturan kesehatan, ” pungkas Danar, penggagas aksi pemuda lintas agama berbagi iftar tersebut. [ys/em]