Varian Omicron Memicu Penurunan tajam dalam Penjualan Tiket Pesawat

0
46

Penjualan tiket pesawat turun tajam sejak akhir 2021, kata International Air Transport Union (IATA), Rabu (12/1). Mereka menyalahkan pemerintah karena “bereaksi berlebihan” terhadap varian Omicron dengan menutup perbatasan.

IATA, anggota lebih dari 290 maskapai penerbangan, mengatakan perjalanan udara internasional perlahan tapi pasti pulih dari penutupan massal tahun 2020 dan awal 2021 sebelum varian transmisi cepat Omicron ditemukan pada akhir November.

Penjualan tiket pada November 60,5 persen di bawah level pra-pandemi November 2019, menandai peningkatan dari penurunan 64,8 persen yang tercatat sebulan sebelumnya.

“Sayangnya, pemerintah bereaksi berlebihan terhadap kemunculan varian Omicron dan mencoba menutup perbatasan tetapi gagal, dan melakukan over-testing dan karantina kedatangan untuk memperlambat penyebaran,” kata presiden IATA Willie Walsh.

Akibatnya, kata Walsh, industri menghadapi “kuartal pertama yang lebih sulit dari perkiraan.” Sebanyak 83 persen anggota IATA adalah maskapai dunia.

Pada Oktober, IATA memperkirakan kerugian $11,6 miliar pada 2022, turun dari perkiraan $51,8 miliar pada 2021 dan $137,7 miliar pada 2020.

IATA menambahkan bahwa pihaknya mengharapkan maskapai penerbangan AS untuk menuai keuntungan lagi tahun ini. Namun dia mengatakan maskapai Eropa, yang menjalankan lebih banyak penerbangan jarak jauh dan karena itu lebih terpengaruh oleh penutupan perbatasan, tidak akan mendapat untung. [ps/ka]