Warga Irak Rayakan Maulid Nabi dengan Musik dan Permen

0
64

Puluhan warga Irak berkumpul di sebuah masjid di Mosul, Selasa (19/10). Mereka menikmati kue dan bercerita tentang peninggalan Nabi Muhammad saat acara Maulid.

Maulid menandai kelahiran Nabi Muhammad dan dirayakan oleh umat Islam di banyak negara. Tradisi perayaan bervariasi dari satu negara ke negara lain. Sheikh Najmaldin Rasool adalah sesepuh dari suku al-Abbar di Mosul.

“Perayaan Maulid Nabi sudah lama diadakan dan masih dirayakan, mengingat ajaran nabi, didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an, untuk mengajak umat Islam bersatu dan membantu orang miskin. Sukacita menyelimuti kota dan manisan dibagikan , sementara orang-orang memuji dan membaca puisi memuji nabi,” katanya.

Warga Mosul berkumpul di Masjid Haji Abdullah. Mereka merayakan Maulid Nabi dengan lagu-lagu religi (nasyid) yang dibawakan secara live. Rami al-Abadi, imam masjid, berkata:

“Orang-orang merayakan hari ini dan mengekspresikan kebahagiaan dan cinta mereka kepada Nabi Muhammad. Kami melihat kegembiraan dan kebahagiaan di wajah semua Muslim. Mereka berkumpul di pasar, membagi-bagikan manisan, menceritakan kisah-kisah dari kehidupan nabi, mendiskusikan pidatonya dan membaca Al-Qur’an. Semua ini karena kecintaannya kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Makanan penutup dan kue tradisional yang dibuat khusus untuk merayakan Maulid Nabi juga bervariasi di berbagai negara. Di Mosul, sepiring manisan baklawa biasanya dibagikan pada acara-acara meriah yang diadakan di Masjid Haji Abdullah.

Shahlan al-Dulaimi tampil sebagai penyanyi dalam acara Maulid. Dia berkata: “Dalam acara Maulid, saya dan band saya sibuk. Kami merayakan hari besar keagamaan sepanjang tahun tetapi untuk Maulid Nabi, saya dan band melakukan tiga hingga empat acara sehari. Alhamdulillah.”

Perayaan Maulid Nabi dilarang di Mosul ketika kota itu berada di bawah kendali kelompok militan Negara Islam. Perayaan ini merupakan hari libur nasional di banyak negara, termasuk Indonesia dan beberapa negara di Timur Tengah. [ka/ab]