Pembuat Minuman Keras Jual Penyanitasi Tangan dengan Harga Terjangkau

0
115

Seperti kebanyakan orang, Imelda Budiman kesulitan mencari penyanitasi tangan di berbagai toko dalam sekitar rumahnya di Kota Potomac, negara bagian Maryland. Diaspora Nusantara ini lalu memutuskan untuk membuktikan membuat sendiri.

Berbekal informasi dari Google, ia menemukan resep sederhana untuk membuat penyanitasi tangan. Hanya perlu tiga tujuan, yaitu alkohol, gel lidah bajul ( aloe vera ) dan wewangian. Sayangnya, bahan-bahan ini pun sudah mulai kering dari pasaran.

Umpama ada, harganya membengkak, katanya kepada VOA. Misalnya, saja alkohol yang biasanya bisa dibeli seharaga $4-5 per 16 oz (sekitar 473ml), Imelda kini harus membayar $25 atau sekitar 5 kali sejak harga normal.

“Terus aloe vera nya ini kira-kira 20 dolar. Total sekitar 60 dolar lah. Jadinya cuma sekitar 4 botol kecil (penyanitasi tangan). Mahal. ”

Sejak virus corona merebak, penyanitasi lengah termasuk salah satu produk dengan paling banyak diborong oleh konsumen. Akibatnya stok menipis.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang tinggi, sejumlah pabrik minuman beralkohol yang biasanya memproduksi minuman membengkil seperti whiskey d an bourbon , kini mulai memproduksi penyanitasi tangan.

Hal tersebut memungkinkan karena mereka sudah memiliki bahan dasar utama, yaitu alkohol.

Sebotol penyanitasi tangan berukuran 4 oz (118 ml) dijual Twin Valley Distillery seharga kurang dari $5. (Foto: Vina Mubtadi/VOA)

Sesuai yang dilakukan Twin Valley Distillery di kota Rockville, negara periode Maryland. Pemiliknya Edgardo Zuniga, mengatakan kepada VOA, dia telah menjual lebih dari 3. 000 botol berukuran 4 oz (118 ml). Produk penyanitasi tangan Twin Valley dijual seharga sekitar $5 bola lampu botolnya.

Edgardo mengatakah dia tak mau mengambil makna besar, meski bisnis utamanya puntung 75 persen sejak COVID-19 merebak.

“Tidak, kami tak menghasilkan banyak uang. Beberapa orang berusaha membantu bisnis kami dengan membeli 1-2 botol minuman beralkohol yang di toko kami, ” kata Edgardo.

“Kami menjual penyanitasi tangan hanya seharga sekitar 5 dolar per botol. Kami tidak dapat keuntungan gembung. Kami hanya ingin menyediakan objek untuk membantu masyarakat, ” imbuhnya.

Kejadian serupa dilakukan Falls Church Distillers, produsen minuman beralkohol di Tanah air Falls Church, negara bagian Virginia.

Pendirinya, Michael Paluzzi, mengatakan penting untuk mendorong watak masyarakat dan tidak memanfaatkan menikmati takut mereka dengan menaikkan nilai.

“Harga adalah faktor penting bagi kami. Kami tidak menaikkan harga. Kita tahu penuh orang memborong tisu toilet ataupun penyanitasi tangan, dan banyak dengan menaikkan harga gila-gilaan. Itu dengan ingin kami lawan, apalagi banyak orang yang membutuhkan, ” tutur Michael.

Dwitra Zaky membeli setengah galon penyanitasi tangan dari Falls Church Distillers di Falls Church, negara bagian Virginia, Sabtu, 28 Maret 2020. (Foto: Vina Mubtadi/VOA)

Upaya ini disambut baik sebab masyarakat sekitar, tak terkecuali diaspora Indonesia. Seperti Dwitra Zaky yang mendatangi tempat itu pekan berarakan dan membeli penyanitasi tangan untuk keluarganya.

“Setiap orang hanya boleh beli setengah galon. Itu sekitar 16 dolar, akan tetapi lumayan sih dengan setengah galon itu. Sampai di rumah beta bagikan ke kotak-kotak kecil bisa sampai 7 atau 8. Beta taruh di mobil, satu. Satu, saya kasih ke anak kami dan suami, ” katanya.

“Bagus juga ya mereka sambil caring (perhatian. red) ke community (masyarakat), ” tambahnya.

Edgar dari Twin Valley Distillery mengutarakan akan terus memproduksi penyanitasi lengah selama masyarakat membutuhkan dan selama bahan baku tersedia.

Menurut sebuah asosiasi produsen minuman beralkohol di AS, langkah pemberian produksi ke penyanitasi tangan itu sudah dilakukan sedikitnya 75 komisi produsen minuman beralkohol di GANDAR. [vm/ii]

Berikutnya Jayatogel