PBB: Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Situ Berani dan Lebih Berbahaya

0
86

Banyak negara di negeri semakin khawatir dengan terjadinya kekerasan yang terkait dengan kelompok-kelompok teror ekstrem sayap kanan.

Penelitian baru menunjukkan terjadinya peningkatan 320 persen dalam lima tarikh terakhir dalam jumlah serangan semacam itu.

Beberapa serangan menutup selama setahun terakhir, seperti penembakan di Christchurch, Selandia Baru, & di El Paso, Texas AS, serta dua serangan di Jerman, telah mendapat perhatian internasional.

Hasil riset itu menggarisbawahi laporan baru dari Direktorat Manajer Komite Antiterorisme PBB, yang selalu memperingatkan tren itu semakin buruk. Seperti serangan-serangan oleh sejumlah individu terkait dengan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan terus menambah korban yang meninggal, sementara kelompok-kelompok itu sendiri semakin canggih.

“Meskipun terorisme ekstrem sayap kanan bukanlah fenomena baru, terjadi peningkatan pada frekuensi dan korban kematian baru-baru ini, ” kata UN-CTED dalam informasi yang dirilis April 2020.

Laporan intelijen dari negara-negara anggota PBB menunjukkan tingkat kebengisan tidak akan berkurang, terutama sebab dunia barat, Eropa, Amerika Memajukan, dan Australasia – terus membuktikan dampak buruk dari serangan-serangan sama dengan itu.

Laporan PBB itu mengulangi peringatan Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang menunjukkan ancaman yang berasal dari ekstremisme sayap kanan. [mg/ii]