Pasca Meninggalnya Bupati Morowali Utara, Wartawan Lakukan Isolasi Mandiri

0
264

Kecemasan meliputi Ivan Tagora (28), jurnalis di satu diantara media cetak, setelah mengetahui bahwa Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, yang wafat pada 2 Apr lalu, positif terjangkit virus corona. Hasil itu didapat dari pemeriksaan sampel swab Aptripel.

Ivan, yang sudah dua tahun meliput di Morowali Utara, terakhir kali bertemu almarhum Aptripel pada 25 Maret 2020. Saat itu Ivan meliput penyemprotan disinfektan pada kawasan pertokoan dan pasar di Kota Kolonodale. Selain dirinya juga ada seorang wartawan lain yang meliput kegiatan itu.

Mengikuti imbauan pemerintah setempat, Ivan pada Sabtu (4/4), mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Kolonodale buat melakukan pemeriksaan dengan rapid test. Dia tak sendiri. Sejumlah pejabat daerah, petugas kesehatan, polisi pamong praja yang juga mengikuti pemeriksaan cepat itu.

“Bukan hanya khawatir tapi kami semua takut dengan keadaan. Apalagi sesudah mendengar Pak Bupati itu positif corona. Apalagi kami ini yang pernah kontak fisik kurang lebih satu meter sangat khawatir. Jangan sampai virus itu terpapar kepada kami, ” ungkap Ivan ketika dihubungi VOA dari Palu.

Suasana Kota Kolonodale di Kabupaten Morowali Utara yang sepi karena penduduk memilih untuk berdiam diri pada rumah masing-masing, 4 April 2020. (Foto: Michael Sorisi)

Ivan mengatakan dia sudah mengisolasi diri secara mandiri di rumah sejak Jumat (3/4). Kedua anaknya telah diungsikan ke Kabupaten Poso, sedangkan istrinya tetap tinggal menemani Ivan.

“Kami berdua menjaga jarak, ” papar Ivan, sambil menyarankan dia masih menunggu hasil pemeriksaan cepat. Hingga Selasa (7/4), Ivan tidak merasakan demam, batuk serta sesak nafas.

Eileen Sorisi, jurnalis media online metrosulteng. com kepada VOA melaporkan suasana di kota Kolonodale terpantau lengang karena masyarakat memilih untuk berdiam di rumah.

Michael sendiri memilih untuk melakukan peliputan melalui telepon agar tidak perlu bertemu dengan narasumber.

“Kalau saya telepon-telepon wakil bupati saja. Wawancara lewat telepon, lewat whatsapp, ” tutur Michael

Muhammad Iqbal, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu kepada VOA, Sabtu (4/4) mengatakan hasil penelusuran Posko Liputan COVID-19 Sulawesi Tengah pada Palu, menunjukkan ada sepuluh jurnalis di Morowali Utara yang mengaku sempat berinteraksi dengan almarhum Aptripel sebelum dia dirujuk ke rumah sakit.

Sekelompok wartawan di Posko Liputan Covid-19 Sulawesi Tengah di Palu, Sulawesi Tengah, 29 Maret 2020. (Foto: Sugi Efendy)

Iqbal mengimbau agar para jurnalis tersebut untuk melakukan pemeriksaan cepat serta isolasi mandiri.

Posko Jurnalis Liputan COVID-19 Sulawesi Tengah didirikan oleh berbagai organisasi wartawan di Palu pada 29 Maret 2020. Tujuannya untuk mensosialiasikan process peliputan COVID-19. Antara lain sebisa mungkin melakukan peliputan tanpa bertemu langsung dengan narasumber.

“Sekalipun misalnya tidak ada jalan lain dan mereka harus keluar ke lapangan, kita minta teman-teman jurnalis itu untuk menjaga jarak dengan objek dan kemudian memanfaatkan alat pelindung diri semaksimal mungkin, ” papar Iqbal.

Iqbal berharap perusahaan-perusahaan media pada Sulawesi Tengah mengizinkan para wartawan untuk tidak melakukan peliputan lapangan. Dengan demikian bisa mengurangi risiko terjangkit virus corona.

Menurut informasi Pusat Data Informasi Bencana (Pusdatina) Covid-19 Sulawesi Tengah per 6 April 2020, tercatat lima kasus positif virus corona. Empat kasus di Kota Palu dan satu kasus di Kabupaten Morowali Utara. Dua pasien dari lima kasus positif virus corona itu meninggal dunia. Tiga pasien lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit di Kota Palu. [yl/ft]